Sebelum menuliskannya lebih jauh, saya ingin memastikan bahwa tulisan ini tidak bermaksud mengajak siapapun untuk malas menulis. Ini hanyalah informasi beberapa cara yang dilakukan oleh sebagian orang untuk memaksimalkan hasil, dari proses yang minimal (sedikit menulis).

Alasan positif dari orang yang sedikit menulis pada blognya antara lain :

  • Banyak menulis untuk media/blog lain
  • Waktu yang sangat sempit di tengah kesibukannya. Meski kadang teoritis, tapi tidak sedikit orang yang benar-benar merasakan, bahwa 24 jam itu kurang. Bersyukurlah Anda yang punya banyak waktu untuk menulis.
  • Kemampuan mengolah ide atau pemikiran menjadi sebuah tulisan masih kurang.

Sementara alasan negatifnya cukup satu, malas! Selesai perkara kalau sudah begini. Gak mesti panjang lebar lagi, cukup abaikan.

Terlepas dari apapun alasannya, itu semua bisa disiasati agar konten pada blog kita tidak kekurangan pengunjung dan bahkan tetap populer. Ini bukan tentang penggunaan video, audio, maupun gambar, masih berbasis teks. Beberapa blog telah melakukan sekaligus membuktikannya.

Blog Kutipan

Menumpulkan berbagai kutipan ke dalam blog? hemh...  sepertinya menarik. (Photo by David Kiriakidis / Unsplas)

Pernah mencari kutipan-kutipan (quotes) yang bagus di internet ? Sepertinya hampir semua orang pernah. Inilah yang ditawarkan oleh blog semacam BrainyQuote dan Goodreads. Mereka menyajikan ribuan kutipan dari tokoh-tokoh terkenal.

Kalau biasanya Anda mengumpulkan kutipan di buku catatan harian, tidak ada salahnya kali ini dikumpulkan di blog. Selain bisa menginpirasi diri sendiri, juga bisa menginspirasi orang lain yang berkunjung ke blog Anda.

Anda tidak dituntut untuk banyak berpikir, karena kutipan-kutipan itu hasil pemikiran orang lain dan tersebar di mana-mana. Tidak juga melanggar hak cipta, karena Anda menuliskan siapa nama pemikirnya. Sesekali, tambahkan juga kutipan dari Anda sendiri.

Salah satu kekuatan dari blog post yang berisi kutipan adalah kalimatnya yang “cukup sekali digigit lalu mudah dicerna”.

Tulisan Wawancara

Me and my film crew were setting up for a basic interview. Before the interviewee sat down for the camera, the interviewer went over some questions with him. They proceeded to bounce ideas off of each other and had an energetic brainstorm.
Bingung bikin konten blog apa? Ajak temen ngobrol aja. Siapa tahu bisa jadi bahan. (Photo by Nik MacMillan / Unsplash)

Malas atau tidak bisa mengembangkan pemikiran untuk menjadi sebuah tulisan ? tidak masalah. Anda cukup membuat beberapa pertanyaan wawancara, kemudian lakukanlah wawancara dengan orang/tokoh yang sesuai dengan topik wawancara Anda. Kurang lebih, obyek wawancara itulah yang mengisi blog Anda.

Manfaat lain dari tulisan hasil wawancara yaitu, konten pada blog menjadi kaya akan perspektif segar untuk para pembaca. Bukan dari sudut pandang Anda sendiri. Kalaupun ada yang pro – kontra, mereka tidak berhadapan langsung dengan pemikiran Anda. Terserah Anda mau menanggapi atau tidak, tapi, biasanya ini akan memancing diskusi antar pembaca di halaman blog Anda.

Posting Diskusi

Ini sebetulnya cukup nyeleneh. Anda hanya melemparkan pertanyaan di postingan blog Anda.Beda-beda tipis dengan melemparkan pertanyaan melalui update status di Facebook. Kalau di Facebook responnya dipengaruhi oleh seberapa banyak teman aktif maka, di sini tingkat responnya dipengaruhi seberapa banyak pembaca setia Anda.

Cara seperti ini sangat memungkinkan bagi blogger yang mempunyai pembaca setia yang banyak. Jika belum, silakan bekerja keras dulu untuk mengumpulkan pembaca setia.

Posting diskusi dapat membangun keterlibatan banyak orang. Selain itu, kita juga dapat menjaring ide yang masuk untuk dikembangkan sebagai bahan pemikiran atau bahan tulisan di tulisan selanjutnya.

Rekap Tulisan

Cara seperti ini cukup menolong tulisan-tulisan lama Anda yang sudah minim pembaca. Biasanya, pembaca baru hanya akan disuguhkan tulisan terbaru. Apalagi jika belum memiliki pembaca setia.

Rekap tulisan menampilkan tulisan Anda beberapa bulan/tahun sebelumnya. Bisa berupa halaman khusus atau sesekali Anda membuat postingan yang mengulas secara singkat 3 – 5 judul postingan di waktu yang lampau.

Dengan cara ini, Anda akan menempatkan judul dan tautan ke posting sebelumnya, ini salah satu cara yang bagus untuk menguatkan *inbound link *ke halaman blog Anda sendiri. Anda juga dapat menyalin baris pembuka atau paragraf kunci.

Tidak Basi

Ini adalah salah satu cara yang sebisa mungkin saya lakukan secara konsisten di blog ini. Tulisan-tulisan yang saya posting di sini mengadopsi konsep yang kurang lebih “kapanpun dibaca tidak boleh basi”. Otomatis untuk tulisan yang bersifat reportase dan informasi/isu yang saat ini sedang ramai akan dituliskan di tempat yang berbeda.

Cara ini ternyata cukup menolong untuk ke-stabil-nn trafik pembaca dan peringkat Alexa. Semakin sering diperbarui kontennya, tentu semakin bagus lagi trafiknya.

Itulah beberapa cara yang dilakukan oleh sebagian orang untuk memaksimalkan hasil dari proses yang minimal (sedikit menulis) sehingga popularitas blog tetap terjaga. Tentu akan lebih dahsyat lagi jika menulisnya lebih banyak lagi.