Keberuntungan dapat membuat kita memperoleh sesuatu, namun belum tentu untuk mempertahankannya. Seperti mendapatkan hadiah dari undian Lucky Draw yang kemudian dengan mudah kita menjualnya. Atau, meraih kemenangan di semifinal (padahal permainannya sangat buruk) lalu kemudian hancur lebur di partai final, karena memang sebetulnya secara kualitas tidak layak masuk ke final.

Lain halnya seandainya nanti aku mendapatkanmu, bagiku itu bukanlah keberuntungan… tapi kemenangan dari sebuah perjuangan. Perjuangan dimana aku harus menjadi manusia yang layak kamu cintai. Perjuangan dimana aku harus bisa meyakinkan Tuhan bahwa aku memang layak dipersandingkan denganmu. Perjuangan yang membuat Tuhan menganggap layak untuk menautkan hatimu dengan hatiku. Perjuangan yang tidak hanya membuatku harus meyakinkan satu hati, tapi banyak hati yang harus bisa aku yakinkan, bahwa aku memang layak menjagamu sebagai amanah Tuhan yang terindah. Karena itulah, tidak ada alasan bagiku untuk tidak mempertahankanmu.

Saat aku mendapatkanmu bukanlah sebuah keberuntungan. Begitu juga harapan sebaliknya, jangan anggap aku sebagai keberuntungan ketika kamu bersamaku. Karena, aku ingin tetap di jaga oleh kodratmu, aku ingin tetap dijaga oleh hati lembutmu, aku ingin dilindungi oleh do’a-do’a cintamu yang penuh ketulusan. Dimana kodratmu, kelembutan hatimu, dan do’a-do’a cintamu… bukanlah sebuah keberuntungan, tapi adalah perjuangan… tidak mudah bagi siapapun untuk pandai bersyukur atas kodratnya, menghadirkan kelembutan dari dalam hatinya, dan menghembuskan do’a-do’a cintanya.

Aku dan kamu bukanlah sebuah keberuntungan…

Aku dan kamu adalah buah dari perjuangan, dimana biji dari buah tersebut akan melahirkan kembali perjuangan. Kemudian berbuah, berbiji, tertanam, berjuang untuk tumbuh, berbuah lagi, dan seterusnya… Ya, kamu dan aku adalah satu paket untuk berjuang tanpa henti, bukan keberuntungan.

Lalu, bagaimana jika aku tidak mendapatkanmu ?

Mungkin, itu baru keberuntungan… Karena hanya orang-orang yang beruntunglah yang akan mendapatkan kejutan indah, termasuk kejutan dari Tuhan. Karena, aku percaya… dibalik hasil yang tidak diharapkan, Tuhan punya rencana tersendiri yang tidak kalah indah dari sesuatu yang gagal didapatkan. Bukan berarti kamu menjadi kurang indah, tapi kesabaran dan kebesaran hatiku dalam menerima kekalahan yang akan menentukan mana yang lebih indah dari yang indah.