Pernahkan anda merasa jatuh cinta terhadap seseorang dari dunia maya ?, hemhhh… kalau anda sering online, atau maniak internet sepertinya pernah tuhhh… :-). Dari manakah bermula, facebook ?, nimbuzz ?, plurk ?, mig33 ?, mxit ?, IRC ?, atauuu.. ya yang lain-lain yang saya rasa anda jauh lebih tahu.

Entah sampai kapan memang fenomena dunia ini akan berakhir kita tidak pernah tahu, kurang lebih  ada tiga kemungkinan untuk berakhir, yaitu ketika anda sudah merasa jenuh atau bosan, dan cara lain terburuk adalah ketika anda sudah disakiti oleh orang yang anda cintai di dunia, tapi  untuk opsi yang kedua ini kadang malah justru makin menjadi-jadi. Opsi yang ketiga adalah dimana anda sudah sadar kalau internet telah merenggut kebebasan anda untuk berinteraksi dengan dunia nyata sekitar anda.

Berawal dari sebatas perkenalan dan bertanya jawab dan kemudian berlanjut hingga ke obrolan yang semakin akrab melalui media chatting hubungan yang *intents-*pun makin terjalin, hingga akhirnya timbulah rasa suka. Mulai dari sini gugurlah beberapa istilah pribahasa tentang cinta atau suka atau bahkan sayang yang sudah berlaku bertahun-tahun, yaitu :

**Pertama, **“Tak kenal maka tak sayang”, ukuran untuk kenal tentunya tidak hanya sebatas tahu nama, asalnya dari mana, atau mungkin tanggal lahirnya berapa, paling tidak kita pernah bertemu muka secara langsung yang disertai dengan jalinan komunikasi, itupun tidak cukup sekali untuk tujuan mengenali. Okelah, dia *pake *foto profil, tapi sejauh mana kejujuran dia dalam memasang foto profilnya ?. Apakah hanya dengan berdasar pada deretan galeri potret-potretnya yang terpampang kita yakin dapat mengenalinya seandainya (minimal) saat berpapasan di jalan ?, tidak perlu dijawab… cukup dibayangkan saja dulu… :-D.

Kalau beberapa waktu kebelakang istilah tak’ kenal maka tak‘ sayang masih berlaku, untuk saat ini dengan segala realitnya sepertinya sudah tidak lagi, pasalnya begitu banyak orang yang belum kenal tapi sudah *sayang-sayangan… 😀 😀 * Hemhhh.. mohon maaf kalau kesinggung. Pizzzzzz… !!!

**Kedua, **ada sebuah pantun lama yang saya rasa dari Sabang sampai Merauke pasti ada yang pernah dengar

  • Dari mana datangnya linta
  • Dari sawah turun kekali
  • Dari mana datangnya cinta
  • Dari mata turun ke hati

Yakin *gak’ *kalau pantun ini masih berlaku sepenuhnya ?, dari dulu memang tidak berlaku sepenuhnya, tapi untuk saat ini semakin tidak berlaku. Faktanya, di dunia maya kadang kita melihat orangnya seperti apa saja belum pernah, tapi sudah jatuh cinta duluan.

Lalu apa yang membuat kita sampai begitu yakin ? 😉

Mungkin disinilah diperlukannya “logika dalam cinta”, jangan sampai *“cinta ini kadang-kadang tak ada logika… ilusi sebuah hasrat dalam hati…” *Heuheuheuuuu…. Agnes mode on 😀 . Sudah sewajarnya kita menyertakan kejernihan pikiran logis kita kedalam perasaan, *karena apa ? *karena hati kadang bisa juga salah…

Jangan sampai diri kita dikuasai oleh imajinasi yang seolah-olahnya serba penuh dengan keindahan dan kebahagiaan, yang kalau kata Ebiet G. Ade-*mah *“bercumbu dengan bayang-bayang…” , yang nantinya akan menuntun kita untuk diselimuti oleh berbagai pertanyaan :

  1. Haduhhh… sedang apa ya dia disana ?
  2. Bagaimana ya keadaanya disana ?
  3. Apa yang sedang dilakukan dan dipikirkannya ?
  4. Dengan siapakah dia sekarang ?
  5. Dan yang paling mengganjal adalah ; kapankah kita akan bertemu ?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu memang wajar, namun itu menjadi tidak wajar ketika mampu mengalihkan semua pikiran kita. Hal yang lebih mengecewakan lagi ketika bertemu ternyata tidak seperti yang ada dalam bayangan anda, ya lebih hebat lagi kalau anda mampu menerima apapun adanya meskipun tidak seperti yang dibayangkan.

Bersambung……

**Balada Cinta Dunia Maya (Part 2)****