Kalau sampai di titik ini kita renungkan, sepertinya kita sudah lupa dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar, karena yang ada dipikiran hanyalah *dia *seorang yang saban waktu kita temui melalui media online, SMS atau telepon. Hingga kitapun lupa bahwa kita punya lingkungan dunia nyata dan kita merupakan bagian dari itu. Dalam posisi seperti ini satu hal lain yang paling dekat dengan kita selain bayang-bayang *dia * adalah “Emosional”, kita begitu mudah terbawa emosi manakala sulit sekali untuk menghubungi dia, SMS tidak dibalas, telepon *gak’ *diangkat, mau *chatting *dianya tidak online. Akhirnya campur aduk dah tuh antara rasa khawatir dan curiga.

Ketika sudah diliputi emosi, maka yang ada kitapun bingung sendiri, mau marah marah ke siapa ?, yang ada melamun atau bengooooooong terus, akibat fatalnya produktifitas dan kreatifitas menurun, sampai disitu efeknya belum berakhir…. karena dalam hidup  setiap efek akan melahirkan efek baru, kalau efek awalnya positif insya Allah efek berikutnyapun positif, tapi kalau efek awalnya negatif maka efek selanjutnyapun negatif. 🙂

Memang (mungkin) tidak semua cinta di dunia melalui dunia maya itu penuh dengan kepagitan atau berujung pahit, dan…. beruntunglah anda yang tidak mengalami hal seperti itu.

Beberapa hal yang menyakitkan seputar cinta di dunia maya antara lain (mo di tambahin juga boleh..) :

  1. Orang yang menjalin cinta dengan kita ternyata sudah mempunyai pasangan di dunia nyata, alias kita hanya sebagai selingan *aja *untuk dipermainkan sebagai pemenuh kebutuhan sesaat. Waduhhh.. dikadalin kita coyyyy !!! 😀
  2. Ketika hubungan berujung pada perpisahan tanpa pernah saling bertemu, rasanya ada yang mengganjal dan sesak didalam dada ini, jangan terlalu dibawa kepikiran ya… takut gila ! cepat alihkan pikiran kita ke hal-hal yang lain sampai kita betul-betul dapat melupakannya. Tapi ngomong-ngomong lucu juga ya, ada perpisahan tanpa ada pertemuan.. heheheheeeee… 😀
  3. Semua hal yang kita ketahui tentang dia ternyata fiktif belaka, namanya palsu, fotonya palsu, biografinya palsu, semuanya palsu *dahhh… !!. Dikadalin lagi kita bozzzzz…. *😀
  4. Selanjutnya tambahin aja sendii ya ommmm… tanteee… abang, ade, aa, teteh… dah ngantuk berat nih dah jam 3 pagi. Wak wak wak wak wakkkkk… 😀

Ok, bentar jangan dimatiin dulu komputernya… ada sedikit ide nih supaya kita tidak ingin terlalu sakit dikemudian hari dalam menjalin cinta didunia maya.

  1. Pikirkan segala kemungkinan terburuk, contoh :”ternyata dia sudah punya suami atau istri”, bukan untuk menumbuhkan rasa curiga atau mengurangi rasa percaya, tapi supaya tidak terlalu kaget atau shock andaikata hal itu benar terjadi. Beuhhh sadiss !!!
  2. Cintai dia setengah hati saja. *setengahnya lagi dikemanain ?, *simpan saja dulu… kalau memang sudah merasa yakin dan bisa dipercaya sepenuhnya baru deh cintai dia 99%. Hal ini seandainya kalau berakhir menyakitkan kita tidak terlalu sakit, toh kita tidak pernah mencintai dia sepenuh hati. *Kalau terlanjur mencintai 99% tapi tetap menyakitkan gimana ?, *kalau terlanjur seperti itu, itu  sisa dari 99% tersebut, yaitu *takdir ! 😀 . **Kalau kaya gitu main-main dong ya ?, *ya emang apa…??? namanya juga main cinta kan ?? kalau gak main-main udah aja langsung nikah.. 😀 *wakakakakakakkkk…. *Hati-hati, jangan-jangan pasangan anda saat ini sedang pakai cara ini. Waspadalah… waspadalah… waspadalah… !!! 😀
  3. Cara ketiga, hemhhh… untuk cara ini agak sedikit sulit* euyyyy… *kelewat tinggi ilmunya. (lebaaaaaaay :-D).  Seriussss… tau ilmu paling sulit dicapai apa ?, ya… itulah ilmu ikhlas. Silahkan cintai dia sepenuh hati, tapi ingat sebelum mencintai dia siapkan dulu hati yang besar supaya nanti bisa berbesar hati, terus siapkan juga rasa ikhlas, *ingat lhooo… * ikhlas itu harus disiapkan sejak awal jangan diakhir setelah terjadi.  hemhhh… untuk cara ini ane belum siap deh… 😀
  4. Ini cara paling  paten, Kata Bapak Tebe : “tidak boleh pacaran, dosa tauuuuu…” 😀

Wah bener-bener gak kuat *euy… *mata ogut. Leph dulu akhhh…..

Wassalam…

Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzh…… !!!

Balada Cinta Dunia Maya (Part 1)