Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah saya masih berstatus belum menikah pada saat memposting artikel ini.

Lalu kenapa saya dengan begitu percaya dirinya  memposting tulisan beberapa cara yang dipercaya dapat meluluhkan hati wanita ?

Hal kedua yang harus Anda ketahui, yaitu bahwa tulisan ini tidak sepenuhnya muncul dari pemikiran saya sendiri. Saya rangkum juga dari cerita pengalaman banyak orang lalu saya kemas sebisa mungkin agar lebih sederhana, bisa dipahami, dan tentu saja bisa dipraktikan.

Hal ketiga yang harus Anda ketahui adalah Anda boleh mempercayai atau bahkan mencobanya. Mudah-mudahan Anda tidak meragukannya, apalagai hanya karena menghubungkan meluluhkan hati wanita dan status belum menikah. Sebab, untuk hal keempatnya yang harus Anda ketahui adalah bisa meluluhkan bukan berarti bisa menikahi, karena kalau sudah bicara menikah itu artinya bicara jodoh, bicara jodoh berarti sudah masuk ke ranah yang Maha Kuasa.

Ini dia beberapa cara yang dipercaya dapat meluhkan hati wanita, tanpa main dukun-dukunan tentunya.

Masih ada kesempatan kedua

Cinta Anda pernah ditolak oleh wanita ? tenang dulu, tidak semua wanita yang menolak pria hanya karena ia merasa kurang suka. Beberapa dari mereka ingin menguji seberapa sungguh-sungguh Anda mencintai. Apalagi dengan pengalaman buruk hubungannya di masa lalu, mereka makin tidak ingin terlalu mudah menerima cinta yang datang. Biasanya (sebetulnya) mereka masih memberi kesempatan kepada Anda, hanya saja tidak diungkapkan. Mereka ingin tahu seberapa serius kemauan Anda dalam menjalin hubungan, seberapa kuat perjuangan Anda dan seberapa sanggup Anda meyakinkan dia.

Salah besar, jika baru ditolak sekali Anda langsung putus asa apalagi berbalik menumbuhkan rasa benci kepadanya. Pernah mendangar pepatah “sesuatu yang sulit didapat akan sulit  lepasny” ? kalau Anda setuju dengan pepatah tersebut, maka jika ungkapan cinta ditolak tetaplah jaga hubungan baik dengannya. Untuk beberapa saat bolehlah cooling down dulu, tapi jangan kelamaan, nanti keburu ada yang nyalip.

Tidak agresif

Manfaatkan kesempatan kedua mulai dengan menanyakan kabar dan beberapa pertanyaan sederhana yang tidak membuat dia bosan. Soal kata bosan, hindari juga pertanyaan yang berulang dan berlebihan. Biasanya wanita yang seperti ini tidak terlalu suka pria yang agresif, jadi pandai-pandailah menjaga sikap Anda tanpa mengurangi perhatian lebih kepadanya.

Yakinkan dia dengan tindakan bahwa Anda serius dan bisa menjadi sandaran yang nyaman. Jangan takut untuk menyatakan cinta Anda kembali. Asal tahu saja, jika Anda sudah berhasil menarik hatinya kadang Anda tidak harus menyatakan cinta kembali, tapi cukup memastikan. Pernah kan mendengar istilah “wanita itu butuh kepastian” ? nah disitulah maksudnya “cukup memastikan”.

Bersikaplah lebih dewasa

Ini sudah jadi rahasia umum, kalau wanita cenderung lebih menyukai pria yang berpikir dan bersikap lebih dewasa darinya. Sekalipun pria tersebut berusia lebih muda. Untuk hal ini kita sering tidak mampu menilai diri sendiri apakah sudah bersikap dewasa atau belum, baik di hadapan banyak orang maupun khusus di hadapannya. Untuk itu, jangan sungkan meminta pendapat dan penilaian dari orang yang lebih senior dari kita, termasuk meminta masukan. Tidak usah malu, dalam hal semacam ini kita juga perlu mendapatkan dukungan, terutama dari sisi moril.

Menjadi dewasa bukan berarti menjadikan segala sesuatunya lebih formal. Anda tetap punya hak untuk menjadi diri sendiri, termasuk ketika terbiasa dengan sesuatu yang informal. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk tampak bersikap lebih dewasa adalah :

  1. Jangan bereaksi berlebihan. Sikap yang berlebihan (overacting) bisa sangat mengganggu dalam banyak hal. Ketika Anda mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak biasa, maka responlah dengan tenang. Biasakan untuk berpikir terlebih dahulu tentang apa yang akan Anda katakan dan lakukan sebelum benar-benar mengatakan atau melakukan hal tertentu.
  2. Jangan terlalu banyak bercanda. Sebagian besar wanita menyukai pria yang humoris, tapi bahayanya adalah ketika pria terlalu banyak membuat candaan, ia bisa kehilangan wibawa. Candaan bisa jadi masalah serius ketika kita tidak pandai menempatkannya. Apalagi jika di hadapan wanita yang kita dekati hatinya.
  3. Berbicara tidak acak. Saat berbicara, usahakan alur pembicaraan Anda tidak acak dan melompat-lompat, kalimatnya runut dan mudah dipahami. Jangan berbicara soal olahraga tapi diawali dengan membahas soal gaya rambut. Itu *enggak banget *!
  4. Jadilah bijaksana dan tidak mudah marah. Ketika Anda tidak mampu bersikap bijaksana dan mudah mengumbar amarah, maka bayangan dia akan langsung mengawang ke beberapa tahun yang akan datang dengan pertanyaan “apa jadinya jika saya menikah dengan dia, bisa stres menghadapinya“.
  5. Jangan berdebat karena hal-hal bodoh dan sepele. Ketimbang Anda mendebatnya lebih baik katakan “apa yang salah ?” dengan itikad Anda akan memperbaikinya. Berdebat biasanya disebabkan karena sesuatu yang salah dan kesalahan patutnya diperbaiki bukan diperdebatkan.
  6. Jadilah tulus dan pendengar yang baik. Pepatah mengatakan “pria sudah setengah jatuh cinta pada wanita yang mau mendengarkan pembicaraannya”, bukan tidak mungkin dia pun merasakan hal yang sama ketika kita menjadi pendengarnya yang baik.
  7. Percaya diri, tapi tidak sombong.

Jaga penampilan

Pada bagian ini, sebetulnya kita para pria hanya dituntut untuk lebih rapih, tidak harus menggunakan pakaian serba mahal. Kalapun Anda terbiasa berantakan, usahakan kali ini lebih rapih, setidaknya demi meluluhkan hatinya. Heheheeee…. Kalaupun Anda tidak tahan (aneh ya ada orang yang tidak tahan rapih ?), ini hanya sementara, karena setelah Anda menikahinya dia yang akan memastikan dan merawat kerapihan Anda.

Jaga penampilan bukan hanya soal pakaian, tapi juga apa yang melekat pada diri kita semisal rambut, kuku, dan bulu hidung. Tidak ketinggalan wangi dan bersih itu harus. Soal rambut, rambut adalah aset yang berharga buat pria. Untuk itu, maaf, jangan paksakan gaya artis manggung dengan gaya kita sehari-hari. Biasanya wanita lebih suka dengan gaya rambut yang membuat kita tampak lebih fresh. Kalau rambutnya pendek, jangan biarkan terlihat kusut dan kusam, tatalah dengan minyak rambut, toh harganya tidak seberapa dibanding apa yang akan Anda dapatkan (nunjuk hatinya).

Memberi rasa nyaman

Sadari bahwa ketika Anda ingin menjadi bagian dari hidupnya bukan untuk membuatnya merasa tidak nyaman. Nyaman bukan berarti ada disisinya setiap waktu atau menghubunginya setiap saat. Dia juga punya aktivitas dan kehidupan sendiri, berilah dia ruang untuk menikmati waktu yang menjadi haknya. Tunjukan rasa perhatian Anda di saat yang tepat, yang tidak membuat dia merasa terganggu. Kalau yang pernah saya dengar sih sebaik-baiknya rasa nyaman adalah kita ada dan mampu ketika dia membutuhkan. Jangan berpikir “kalau tidak butuh kita diacuhkan dong ?“, sebab bukan tidak mungkin akan ada saat dia merasa begitu bergantung kepada Anda. Ketika kondisi ini terjadi, apa yakin dia bisa lepas dari Anda ?

Berdo’alah

Ini mutlak penting. Bicara soal hati berarti menyangkut yang Maha Membolak-balikan hati manusia. Mintalah kepada-Nya agar dia yang Anda kehendaki diarahkan ‘sensor’ hatinya kepada Anda. Di tangan-Nya tidak ada yang tidak mungkin, kalaupun pada akhirnya do’a Anda belum terkabul masih ada satu kesimpulan yang bisa diambil, yaitu Dia sudah menyiapkan yang lebih dari yang kita anggap paling baik. 🙂