Khawatir sering memberikan hal yang kecil dari bayangan yang besar.

Peribahasa Swedia

Beberapa dari Anda mungkin memiliki sifat yang kurang lebih sama dengan Saya, paling tidak untuk yang bergolongan darah A, yaitu tingkat rasa khawatir yang cukup lumayan, bahkan kadang di atas rata-rata.

Entah ini penyakit atau memang karena cara berpikir dan dalam situasi emosional. Entahlah, yang pasti memang cukup rumit. Serumit setiap skenario dalam pikiran yang menimbulkan kekhawatiran itu sendiri.

Kadang kondisi ini begitu menyebalkan. Begitu menyiksa, menguras energi, dan menghabiskan banyak waktu.

Rasa kesal akibat perasaan khawatir sering menjadi dua arah, kesal kepada yang dikhawatirkan dan kesal kepada diri sendiri yang sering terlalu merasa khawatir.

Seandainya Anda berada pada posisi yang dikhawatirkan, mungkin akan merasa kesal juga karena terasa begitu dikekang. Rutinitas menjadi tidak nyaman karena selalu diikuti oleh rasa khawatir dari orang lain. Ini bukan soal percaya tidak percaya, tapi sifat dan kemampuan Anda perlu menjadi jaminan bahwa Anda mampu untuk tidak terlalu dikhawatirkan.

Saya percaya, salah satu kebiasaan yang paling umum dan halus – atau tidak begitu halus – merusak diri sendiri adalah kekhawatiran. Mudah-mudahan rasa percaya itu semakin menguatkan Saya untuk tidak dirusak oleh kekhawatiran.

Khawatir disini berbeda dengan rasa takut. Karena yang dikhawatirkan adalah orang atau bagian lain dari dirinya. Sedangkan rasa takut adalah ketidakberanian diri untuk menghadapi situasi.

Saya sering bertanya kepada orang lain (khusunya yang memiliki golongan darah sama dengan Saya) tentang kondisi khawatir yang saya rasakan. Percaya atau tidak, sebagian besar dari mereka mengatakan kondisi yang serupa. Meskipun dalam model kekhawatiran yang berbeda.

Saat saya coba browsing untuk menemukan solusi atas rasa khawatir yang sering saya hadapi, cukup mengejutkan ketika **Henrik Edberg **(seorang blogger) menulsikan bahwa ia mendapatkan banyak email dari orang-orang yang merasa bahwa mereka terlalu khawatir tentang pekerjaan atau orang yang mereka cintai dan seperti menciptakan skenario rumit dan negatif dalam pikiran mereka. Itu menyebalkan bagi mereka karena begitu banyak energi yang terbuang.

Sisi positif dari sifat seperti ini memang cenderung menjadikan orang tersebut lebih peduli. Ibarat kata “dia tidak akan membiarkan orang yang dicintainya kesusahan”, meskipun pada kondisi tertentu tidak jarang rasa khawatir yang mencapai skala berlebihan akan menyusahkan orang yang dicintainya juga.

Kadang kekhawatiran datang dari membayangkan bagaimana hal-hal akan menjadi beres suatu saat nanti. Bayangan tersebut menjadi lebih besar karena Saya atau Anda menghabiskan banyak waktu untuk membangun skenario rumit dalam pikiran. Bisa menjadi lebih besar ketika kita memutar ulang satu peristiwa buruk dari masa lalu secara berulang-ulang dalam pikiran kita dan tidak ingin hal itu akan menjadi kenyataan di masa depan atau bahkan saat ini juga.

Ternyata, ketika Saya menghabiskan terlalu banyak energi dan waktu untuk membayangkan masa depan atau mengenang masa lalu, maka saat itulah yang sering menjadi penyebab munculnya kekhawatiran.

Sedikit-sedikit saya mulai menyimpulkan bahwa kunci penting untuk mengurangi kekhawatiran agar tidak menghabiskan lebih banyak waktu dari yang diperlukan di masa depan dan menghabiskan sebagian besar waktu pada saat ini, yaitu “Fokus pada hari ini dan saat ini, karena esok akan datang pada waktunya dan kemudian Saya akan/harus fokus mengurus hari itu juga.“. Selebihnya tetap, semua persoalan harus dikembalikan kepada Allah SWT, karena Dia yang memegang segala solusi.

Tidak jarang, banyak hal yang dikhawatirkan akan terjadi sebetulnya tidak pernah terjadi. Mereka hanya seperti monster dalam pikiran kita sendiri. Kalaupun terjadi, kadang tidak seburuk yang dibayangkan. Selebihnya lebih sering hanya membuang-buang waktu.

Titik balik dari kemampuan menghilangkan rasa khawatir ini memang biasanya adalah menjadi dingin, tidak antisipatif terhadap kemungkinan terburuk, bahkan ada kesan tidak peduli kecuali ketika yang tidak diinginkan benar-benar terjadi. Bedanya, kalau terlalu khawatir merusak dirinya kalau ini tidak merusak dirinya, dan mungkin ada bagian lain yang merasa kurang mendapatkan perhatian.

Tulisan ini bukanlah sebuah tips maupun solusi. Melainkan pemaparan bagaiaman kondisi seseorang yang sering diliputi rasa khawatir (berlebih). Apa yang bisa dirasakan dan dilakukan, bagaimana lingkungan sekitar berinteraksi dengannya, dan bagaimana perjuangannya melawan rasa khawatir itu sendiri.

Apapun solusinya, tentu saja tidak semudah yang dikatakan. Tetapi, jika kita mengingatkan diri sendiri tentang betapa sedikitnya yang terjadi dari apa yang dikhawatirkan sepanjang hidup kita, Kita dapat mulai melepaskan lebih banyak rasa khawatir yang menggangu kehidupan kita dari pikiran kita. Ketimbang melepaskan orang atau bagian yang sering kita khawatirkan. Kurang lebih, itulah maksud dari tulisan ini.