Saya bisa dibilang blogger pemula atau *newbi, *masih banyak hal yang belum saya mengerti tentang dunia blogging, tapi saya percaya kadang sesuatu bisa difahami setelah kita mau memulai atau mencoba. Awal saya ngeblogpun motivasinya diawali hanya karena rasa penasaran, Bagaimana sih ngeblog itu ?.

Rasa penasaran inilah yang kemudian terus mendorong saya untuk mencari tahu cara ngeblog. Tidak ada satupun teman yang bisa saya tanya tentang tutorial ngeblog. Selain karena memang sebelumnya saya tidak mempunyai teman blogger, ternyata untuk menjelaskan panduan ngeblog itu tidak cukup dengan satu atau dua jam, bahkan mungkin satu – dua hari. Secara teknis, untuk bisa ngeblog yang tampilan blognya tertata rapih itu butuh proses dan latihan.

Akhirnya sayapun gerilya mencari tutorial atau panduan tentang ngeblog di situs mesin pencari paling canggih saat ini, ya dimana lagi kalau bukan di rumah paman Google.

Berbeda-beda memang motivasi setiap orang untuk ngeblog. Antara lain :

Ngeblog bisa dibilang merupakan sarana efektif dan kreatif untuk menyalurkan bakat kita dalam menulis. Banyak penulis hebat yang berawal dari ngeblog, semisal Raditya Dika yang kemudian karya-karya tulisannya lahir dari blog dan kemudian dicetak dalam buku novelnya yang berjudul Kambing Jantan.

Ngeblog memberikan ruang kepada kita untuk menyalurkan kondisi perasaan kita. Terlepas dari benar dan salah, kita bebas menuliskan apa saja didalamnya. Tidak sedikit (termasuk saya mungkin) yang menjadikan blog sebagai media curhat, tempat menuangkan perasaan suka maupun duka. Dan apapun itu bentuknya, blog bisa diibaratkan sebagai rumah maya sobat di dunia maya.

Blog juga bisa dibilang sebagai sarana sosial untuk berinterkasi baik antar sesama blogger ataupun pengunjung blog. Berbeda dengan jejaring sosial semisal facebook atau twitter, yang hanya bisa berinterkasi antar sesama member jejaring sosial tersebut. Melalui blog sobat bisa berinteraksi dengan siapapun karena “beranda” sobat bisa dikunjungi oleh siapapun dan dari manapun.

Monetize atau menghasilan keuntungan finansial dari blog juga merupakan efek positif lain dari ngeblog, hal ini kini semakin populer dari kalangan blogger. Mulai dari yang sekedar iseng-iseng, kemudian ada yang sekedar untuk mencukupi biaya hosting (bagi yang servernya menyewa), dan tidak sedikit blogger yang menjadikan ini sebagai sebuah profesi. Caranya banyak dan beragam, ada yang menyediakan *space *iklan di halaman blognya, ada yang memasang adsense dari agen-agen iklan, ada yang sebagai pe-*review *suatu produk atau web, dan entah nanti cara yang bagaimana lagi yang akan memberikan peluang mengalirnya dollar ke kantong-kantong blogger.

Bisa dipastikan, bahwa isi sebagian besar dari internet adalah blog, entah itu yang gratisan ataupun yang berbayar. Banyaknya “penduduk blog” di internet tentunya memberikan efek yang besar terutama dalam arus informasi yang semakin dipercepat peredarannya oleh blog-blog terebut. Informasi yang cepat peredarannya tentu akan mendorong pula perubahan cara berpikir, bersikap dan bertindak dari para penghuni bumi, yaitu kita. Hemhh… berarti benar ya kalau**blogger itu bisa dibilang juga sebagai “Agen Perubahan”.

Dari Blogger Untuk Blogger

Kalau selama ini ada faham yang mengatakan dari “satu untuk semua” atau “dari rakyat untuk rakyat”. Maka berlaku juga “dari blogger untuk blogger”. Sebagian besar blogger (termasuk saya) ternyata mendapatkan pengetahuan cara ngeblog itu melalui pencarian di Google, kemudian sebagai “perantara” Google mengantarkan kita sebagai pencari ilmu ke blog/web (yang sebagian besar dikelola oleh blogger juga) yang memuat tentang tips atau tutorial yang kita cari.

Semangat “dari blogger untuk blogger” ini akan terus tumbuh dan pasti semakin tumbuh pada diri setiap blogger. Sebetulnya tidak hanya “dari blogger untuk blogger”, tetapi sudah mulai berkembang “dari blogger untuk dunia”. Bisa dipastikan bahwa sobat tidak akan menemukan blogger yang sombong atas blognya sendiri. Karena, apa yang diposting didalam suatu blog itu oleh pengelolanya sebagian besar dilandasi oleh prinsip yang sama, yaitu semangat untuk berbagi. Tapi perlu digaris bawahi, bahwa tidak semua apa yang dikatakan oleh suatu blog atau internet itu benar, tidak sedikit pula isinya yang sesat dan menyesatkan. Namun, yang demikian itu menurut saya bukanlah seorang blogger, karena ngeblog bukan hanya sebuah aktivitas, tetapi ngeblog juga bisa dibilang salah satu cara untuk menjadikan diri sebagai *agent of change *(agen perubahan), dan perubahan yang dimaksud tentunya perubahan ke arah yang jauh lebih baik.

Mendorong Diri Menjadi Up To Date

Kekalahan sumber daya manusia suatu bangsa oleh bangsa lain, salah satunya bisa disebabkan oleh lambatnya informasi yang didapat dan diserap, dan ini bisa dibilang ketertinggalan. Ketertinggalan yang tidak hanya dari lambatnya informasi yang didapat tetapi juga tidak adanya semangat untuk mencari tahu (belajar). Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa saya “up to date”, tetapi ketika sobat sudah masuk ke dunia *blogging *dan benar-benar menikmati itu, maka dalam diri sobat akan tumbuh semangat “mencari tahu” tentang suatu hal, semangat ini tumbuh seiring dengan tumbuhnya semangat untuk menulis pada diri sobat.

Adakalnya kita bingung, “mau diisi apa ya blog saya ini ?”. Nah, pertanyaan seperti inilah yang kemudian akan mendorong kita untuk mencari bahan yang akan kita posting di blog kita. Disadari atau tidak, disitu ada proses belajar, pikiran kita meng-update suatu informasi yang bisa saja itu baru dan tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Tidak hanya sampai disitu, karena dasar semangat dari ngeblog itu adalah berbagi, maka  ilmu atau informasi yang baru saja kita dapat dan masih hangat langsung kita amalkan dengan menyebarkannya melalui blog kita.

Dunia Maya Sebagai Ajang Komunikasi, Dunia Nyata Sebagai Ajang Silaturahmi

Saat ini begitu banyak wadah atau komunitas blogger yang tumbuh hampir di setiap daerah. Akan tetapi meskipun komunitas blogger tersebut banyak dan hampir ada disetiap kabupaten / kota. Tidak pernah ada ceritanya satu komunitas blogger bentrok atau konflik dengan komunitas blogger lain, bahkan dalam susasana persaingan atau kontes sekalipun. Kadang terbersit dalam pikiran saya kalau komunitas blogger bisa jauh lebih sportif dibanding komunitas suporter olahraga.

Rasa persaudaraan semakin kental saat antar blogger bertemu atau kopi darat dalam satu acara (semisal Pesta Blogger atau Gathering). Yang biasanya kita hanya kenal dan berinteraksi melalui dunia maya, kemudian kita bisa bertemu dan mengenal secara langsung. Tidak hanya per satu atau dua orang, tapi lebih. Secara sepintas, mungkin sobat akan mengira kalau yang namanya kopi darat itu tidak jauh berbeda dengan komunitas-komunitas dunia maya lainnya, paling tidak sekedar kumpul-kumpul dan senang-senang. Tidak demikian dengan blogger, disetiap momen kopi darat atau kumpul-kumpul akan selalu ada topik atau tema yang dibahas dan itu saya rasa punya tujuan yang jelas, bisa dijadikan bekal manfaat bagi sobat-sobat, dan tentunya hal yang paling berharga akan terjalin tali silaturahmi dan menambah banyak persaudaraan.

Saat ini, alhamdulillah Allah menghendaki saya untuk bergabung dengan Komunitas Blogger Benteng Cisadane (KBBC) yang ada di wilayah Tangerang (Termasuk Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan) dan juga dengan Komunitas Blogger Banten yang ada diwilayah Propinsi Banten. Pertama kali saya bergabung, memang saya sedikit ragu karena selama ini banyak komunitas dunia maya yang saya ikuti tujuannya tidak jelas, dan setiap pengorbanan yang saya keluarkan (baik waktu, moril maupun materil) tidak berbanding lurus dengan *feedback *manfaatnya. Namun setelah bergabung dan mengikuti kopi darat semangat saya makin terus termotivasi.

Saya merasa bahwa itu bukan hanya suatu komunitas, tetapi disitu ada semangat kekeluargaan. Dari anak yang masih berusia belasan tahun hingga yang sudah jauh lebih deawasa bisa berkumpul bersama. Tidak ada istilah senioritas (kebetulan saya tidak suka dengan “senioritas”), tapi disitu kami bisa saling menghormati, yang menjadi jarak diantara kami (insya Allah) hanya satu, yaitu saling menghargai. Tida berlaku istilah “*Pasal 1, senior tidak pernah salah. Pasl 2, kalau senior salah lihat pasal satu”, *Cukup dengan kesadaran yang muda menghormati yang lebih tua, dan yang tua merangkul yang lebih muda.

Jadi, tunggu apa lagi ?. Ayo kita ngeblog dari sekarang, banyak yang menanti setiap ilmu, ide dan pencerahan yang muncul dari sobat-sobat semuanya. Banyak saudara-saudara dan generasi-generasi kita yang menunggu pengetahuan-pengetahuan yang belum sobat bagikan.