Tanggal tua mulai galau, itu biasa bagi ‘kaum gajian’ semacam saya yang harus berkejaran menyesuaikan antara kebutuhan, keinginan, dan pendapatan. Ada sisa ?, belum ada. Karena yang dilakukan adalah menyisihkan dari awal, bukan menunggu sisa di akhir.

Jadi kalau ditanya sisa jawabannya gak ada, tapi kalau simpanan ya akan diusahakan dari awal.

Tanggal tua yang menjadi perbatasan ke tanggal muda masih jauh, dan tanggal muda sendiri sudah lewat. Jleb, isi saldo rekening nyisa seratus ribu. Pengeluarannya memang tidak seperti biasanya, banyak hal diluar dugaan dan kehendak yang cukup mencabik-cabik isi kantong dan mengoyak-ngoyak isi celengan.

Galau ?, tentu saja tidak !. Setidaknya jika sudah makan kenyang, pulsa cukup buat sebulan, dan internet ngacir buat ngeblog. Masalahnya ketiga hal yang disebutkan itu bak panggang jauh dari tukang ayam bakar, alias masih berupa pepesan tanpa isi.

Setengah pasrah beralaskan lunglay, sisa yang adapun disedot di ATM. “Baiklah ya Allah, selama Aku berpegang teguh pada-Mu aku yakin Engkau tak’ akan membiarka…..” do’a dalam hati belum selesai mata sudah dibuat kaget sama struk ATM.

“Lha ini duit siapa dan dari mana ?”

Saldo di ATM bertambah sekian ratus ribu rupiah. Saya masih bingung, itu duit kiriman dari siapa ?. Secepat itu kah Allah menjawab do’a saya ?.

Niatnya habis dari ATM mau beli stok makanan, tapi langsung buyar dan buru-buru ngecek histori transaksi via internet banking.

Alhamdulillah, kebingungan sayapun terjawab. Bertambahnya saldo rekening ternyata kiriman *payment job review *dari idblognetwork (IBN). “Ya Allah, sepikun ini kah saya sampai-sampai lupa kalau saya pernah mendapatkan tugas job review dari IBN ?”.

IBN memang tidak membayar langsung setiap pekerjaan yang diberikan kepada membernya, mungkin ini terkait *safety *dan kontrak dengan pihak advertiser. Yang pasti pembayaran akan dikirim setelah jangka waktu tertentu (kurang lebih 60 hari – fase aman).

Kembali ke soal saldo ATM.

Saya percaya bahwa ini adalah rejeki dari Allah SWT yang dititipkan lewat IBN di saat yang tepat. Di saat benar-benar membutuhkannya. Sepaket dengan itu, Allah sedang mengajarkan saya soal momentum. Singkatnya adalah momentum rejeki.

Struk ATM yang ukurannya tidak lebih besar dari uang kertas itu seperti bertuliskan pesan :

Jangan khawatir rejeki untukmu akan datang terlambat, apalagi berharap segera datang dengan sangat cepat. Tapi yakinlah bahwa rejeki untukmu akan datang di saat yang tepat !. Yang terpenting adalah kamu terus bekerja keras, bekerja ikhlas, dan bekerja cerdas.

Saya memang orang yang paling tahu tentang kondisi saya sendiri. Tapi itu tidak lebih tahu dari Allah terhadap kondisi saya. Menurut saya mungkin krisis, tapi bagi Allah saya masih dalam zona aman. Atau bisa juga sebaliknya, saya merasa aman, tapi dihadapan Allah sebetulnya krisis.

Mudah-mudahan selalu diberikan petunjuk agar semua keadaan dikembalikan kepadanya tanpa mengabaikan kapasitas hak dan kewajiban diri yang Allah berikan.

Pada saatnya, Allah tidak akan membiarkan hambanya tersungkur tanpa diberi pertolongan. Hanya tinggal bagaimana kitanya menjadi hamba yang layak ditolong.