di ujung lidahPengalaman yang paling mengesalkan, saat Anda mengetahui sesuatu, tetapi tidak bisa mengingatnya dan atau mengucapkannya, dialami banyak orang dan kemungkinan hal seperti itu bisa terjadi pada diri kita lebih dari satu kali. Kejadian seperti ini, yang dikenal dengan istilah fenomena diujung lidah, merupakan suatu bentuk tersumbatnya pikiran atau hilangnya ingatan untuk sesaat. Fenomena seperti ini telah diteliti oleh para ahli psikologi mental sejak pertengahan 1960-an.

Meskipun para ahli harus masih harus memberikan penjelasan yang lebih lengkap tentang kejadian ini, teori yang berkembang saat ini mengatakan bahwa sebuah kata akan tersangkut di ujung lidah saat isyarat pemanggilan untuk kata tersebut hilang. Teori ini akan dapat menjelaskan, mengapa, dalam beberapa kasus, kata yang hilang tersebut bisa diingat kembali setelah beberapa menit. Atau, apabila hambatan pikiran tersebut tidak segera terbuka, sering sekali kesulitan tersebut terselesaikan kemudian tanpa upaya apapun, yaitu ketika kita menggunakan cara yang berbeda atau keterkaitan yang benar.

Hindari terulangnya fenomena diujung lidah dengan mewaspadai keadaan, sata Kita :

  1. Merasa kacau atau terganggu
  2. Cemas, stres, atau tergesa-gesa
  3. Tegang atau tertekan
  4. Lelah atau sakit
  5. Kehilangan informasi yang dibutuhkan untuk memahami sesuatu
  6. Berada dalam suatu suasana yang akrab
  7. Diburu waktu sehingga kita tidak mampu memproses atau mengolah informasi

Apabila hal-hal tersebut terjadi, cobalah :

  1. Membuat potret pikiran hal yang kita ingat
  2. Alihkan dan bayangan informasi tersebut menjadi bentuk foto atau gambar-gambar yang saling terkait, dan kemudian terapkan metode pemicu ingatan (mnemonik) dalam bentuk bunyi (misalnya, nama Mustofa Basar menjadi Mushola Besar).
  3. Usahakan untuk relaks
  4. Cobalah berkonsentrasi; perhatikan secara lebih, cermat, dan buang hal-hal yang mengganggu pikiran Kita.
  5. Sadarilah bahwa ini bukan saat yang baik untuk mengingat informasi baru.

Source :

Rose, Colin. Dkk. 2008. Super Accelerated Learning. Bandung : Jabal