Seberapa populer permainan tradisional saat ini adalah satu pertanyaan yang mungkin sama-sama ada didalam benak pikiran para pecinta permainan tradisional. Masih ingatkah jika sewaktu kecil dulu kita sering main gundu sampai lupa waktu ? atau bahkan main gasing sampai kepala ikut pusing ? Menyenangkan bukan ? Permainan-permainan tersebut kini sudah mulai langka seiring masuknya pola-pola hiburan anak yang datang menggusur.

Sempat terpikirkan oleh saya “sepertinya asyik juga ya kalau diadakan kejuaran nasional permainan tradisional ?”. Mungkin gak sih diadain ? mungkin aja kali ya… tapi paling tidak saya ingin menumplekan khayalan-khayalan tersebut di blog ini dulu.

Olahraga-olahraga modernpun yang sekarang dipertandingkan di SEA Games maupun olimpiade lahir dari olahraga tradisional

Kalau coba kita cermati, sepertinya permainan tradisional atau olahraga tradisional tidak kalah menarik dengan  olahraga yang umum seperti sekarang, toh olahraga-olahraga modernpun sebetulnya lahir dari permainan tradisional diberbagai bangsa.  Hanya saja memang telah mengalami banyak proses yang membakukan permain-permainan tersebut. Dan mungkin tidak ada salahnya kalau permainan tradisional kita ada yang dibakukan aturannya supaya bisa dipertandingkan atau dilombakan secara masal.

Biasanya kita sering menyaksikan berbagai macam pertandingan dan perlombaan permainan tradisional hanya pada saat perayan hari ulang tahun kemerdekaan negara. Itu saja bisa menjadi sesuatu yang meriah dan khas, apalagi kalau diadakan sebuah even khusus yang gak kalah meriah dengan Pekan Olahraga Nasional (PON), kemudian arahkan semua mata media kesana. Ide seperti ini tentunya memang bukan lagi sesuatu yang baru.

Landasan Kegiatan

Sub judulnya sudah kayak proposal saja, tapi tak apa lah, siapa tahu menginspirasi dan ada yang tertarik untuk merealsisasikannya. (Amiin)

Ada 3 hal yang setidaknya mendasari  ide mengenai kejuaran nasional permainan tradisional. Antara lain :

  1. Melestarikan kembali permainan rakyat atau permainan tradisional yang sudah semakin punah dan tidak dikenali oleh generasi bangsa sendiri.
  2. Mengenalkan kepada bangsa sendiri dan bangsa lain, kalau bangsa Indonesia mempunyai berbagai tradisi hiburan rakyat yang menyehatkan, mendidik fair play, dan itu lahir dari pemikiran para leluhur bangsa Indonesia. (Bukti kalau bangsa kita juga kreatif).
  3. Menarik wisatawan domestik umumnya dan luar angkasa, eh maaf maksudnya luar negeri, untuk berkunjung ke Indonesia.

Penjelasan Landasan Kegiatan

Melestarikan kembali permainan rakyat atau permainan tradisional yang sudah semakin punah dan tidak dikenali oleh generasi bangsa.

Betul tidak kalau permainan rakyat atau permainan tradisional kita makin punah ?, harusnya sih semuanya menjawab betul. Kebangetan kalau menjawab tidak. Terus, apakah kegiatan kejuaran nasional tersebut bisa konkrit untuk melestarikan permainan tradisional ?

Baik, saya sih tidak bisa menjamin semuanya akan konkrit, semuanya tergantung proses dan *campaign *nya juga. Kalau dibuat semenggema mungkin saya rasa bisa. Contohnya begini, ketika rame-rame piala dunia, lapangan bola menjamur  dan demam bola mewabah dimana-mana. Kemudian ada lagi ketika menjelang digelar Piala Thomas & Uber, banyak dipelosok RT yang menghidupkan kembali lapangan bulu tangkisnya. Bukan tidak mungkin dong ketika akan digelar kejuaran nasional permainan tradisional dan masing-masing daerah melakukan seleksi untuk para pemainnya, virus permainan tradisionalpun bisa mewabah diseantero nusantara. Dan itu sepertinya sangat unik.

Mengenalkan kepada bangsa sendiri dan bangsa lain, kalau bangsa Indonesia mempunyai berbagai tradisi hiburan rakyat yang menyehatkan, mendidik fair play, dan itu lahir dari pemikiran para leluhur bangsa Indonesia. (Bukti kalau bangsa kita juga kreatif).

Percaya gak percaya, permainan tradisional adalah salah satu bukti kalau bangsa kita juga kreatif. Dan percaya gak percaya juga kalau sejak dari puluhan tahun lalu ditanah air kita banyak permainan yang mendidik kita sedari kecil untuk berkompetisi secara sehat alias fair play.

Dengan mempopulerkan kembali permainan tradisional di negeri kita, kita bisa menunjukan kepada dunia kalau bangsa kita itu unik dan ber-SDM kreatif. Kreatifitas yang lahir dari bangsa lain saja bisa kita kampanyekan, masa yang lahir dari bangsa sendiri kita abaikan ?.

Menarik wisatawan domestik umumnya dan luar negeri khususnya untuk berkunjung ke Indonesia.

Mungkin gak sih wisatawan luar negeri bisa tertarik ?. Baik, sekarang coba kita jawab dulu, apa yang membuat wisatawan asing mau datang ke Indonesia ?, karena beda bukan ?, karena unik, karena punya sesuatu yang original. Banyak wisatawan luar yang lebih tertarik dengan bagian Indonesia yang kental akan tradisionalnya, mereka tidak begitu tertarik dengan sesuatu yang modern karena sesuatu yang modern itu di negara merekapun ada.

Para turis akan mendatangi suatu negara atau daerah yang menurut mereka ada sesuatu yang unik dan menarik, dan itu tidak ditemukan di negaranya.  Jadi, saya berasumsi kalau wisatawan sangat bisa tertarik. Para wisatawan asing mungkin kurang begitu tertarik dengan perhelatan PON, karena pertandingan-pertandingan serupa sudah tidak asing lagi negara mereka sendiri, tapi sepertinya akan beda dengan kompetisi permainan-permainan tradisional.

Congklak atau conkak (di Sumatera) adalah salah satu permainan tradisional yang bisa memakan waktu lebih dari 3 jam.

Siapa Yang Jadi Penyelenggaranya

Kalau penyelenggara sih saya kira bisa swasta, BUMN/BUMD atau pemerintah. Tapi kalau mana yang seharusnya lebih aktif tentunya saya lebih condong ke pemerintah. Paling tidak dari pemerintah ada tiga kementerian yang  bisa memasukan ini sebagai agenda bersamanya bekerjasama dengan pihak-pihak lain baik sebagai partner maupun sponshorship. Tiga kementerian tersebut yaitu :

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  3. Kementerian Pemuda dan Olahraga

Persoalan Perbedaan Tradisi Permainan Rakyat

Diantara pembaca disini mungkin ada yang berpikiran *“Gak mungkin lah mas bisa dijadikan kejuaran nasional, tiap daerah kan punya permainan tradisionalnya sendiri-sendiri”. *Lagi-lagi sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut saya ingin mengajak kita semua untuk berkaca pada even olahraga semisal olimpiade. Kita semua tahu kan, kalau setiap negara itu mempunyai seni bela diri masing-masing, tapi ada Karate dari Jepang atau bahkan Taekwondo dari Korea yang dipertandingkan, dan mungkin suatu saatpun Pencak Silat dari Indonesia bisa dipertandingkan. Itu adalah persoalan akomodir, kebakuan, popularitas, dan tuan rumah.

Mungkin kita bisa menggunakan sisi akomodir dan kebakuan serta mengabaikan sisi tuan rumah. Beberapa permainan tradisional dari tiap-tiap daerah kita akomodir, yang paling populer itu bisa menjadi prioritas yang akan dipertandingkan atau diperlombakan, kemudian disusun aturan baku yang akan menjadi acuan peraturan bermain. Prosesnya memang tidak bisa singkat, tapi kalau tidak pernah dimulai maka tidak akan pernah ada proses yang berjalan dan selesai.

Jadi, saya rasa masih mungkin bisa untuk dijadikan kejuaran nasional, orang seni bela diri saja yang setiap bangsa beda-beda bisa ada pertandingannya, apalagi kita yang masih sebangsa.

Bagaimana pendapat Anda  ketika melihat orang dewasa bermain gundu, atau gasing, bola nekel, gatrik, atau bahkan egrang ?. Menarik bukan ?, kita aja tertarik apalagi yang belum biasa melihatnya ?.

Khayalan Konyol dan Tidak Penting

Kalau ada yang menganggap apa yang tertuang didalam tulisan ini sebagai sesuatu yang tidak penting, yang tidak lain hanyalah khayalan konyol saya saja mungkin ada benarnya. Heheheeee… Tapi boleh-boleh saja kan ?. Ya namanya juga menkhayal mas brow – mbak sist, yang penting kan tetap mengkhayal pada tempatnya. Masalah penting gak pentingmah tergantung kebutuhan aja.

Ok, demikian sebuah celotehan yang lahir dari apa yang nyangkut dipikiran saya, mudah-mudahan sih bisa menginspirasi dan bermanfaat. Mohon maaf atas segala kekurangannya.