Kesalahan TerbesarKalau saya bertanya sama sobat-sobat semuanya “*Apa kesalahan terbesar dalam hidupmu ?”, *jawabannya tentu akan beragam dan berbeda-beda, bisa berbeda karena sudut pandang bisa juga karena berbeda pengalaman. Dengan seukuran usia saya sepertinya terlalu naif memang jika sudah berani berbicara “kesalahan terbesar dalam hidup”. *Kenapa terlalu naif ?, *karena usia saya masih muda dan tentunya minim akan pengalaman hidup. Tapi saya berpandangan sederhana saja ya ;

Pertama, kalau sebuah kesalahan terbesar dalam hidup diukur dari rentang pengalaman dan usia, bisa jadi itu bukan kesalahan terbesar dalam hidup kita, karena bisa saja besok atau lusa akan ada kesalahan yang lebih besar lagi yang kita perbuat.

Kedua, terlepas dari benar atau salah tentang postingan ini, saya harus tetap menuliskannya disini. Kalau benar mudah-mudahan bisa menjadi pencerahan bagi orang lain, kalau salah mudah-mudahan akan ada yang meluruskannya sehingga bisa mencerahkan khususnya buat saya dan umumnya buat orang banyak. Harapannya, mudah-mudahan dengan tulisan ini bisa melahirkan diskusi yang saling mencerahkan dan mencerdaskan tentang kesalahan terbesar dalam hidup.

Salah satu kerugian terbesar dalam hidup kita adalah “menyia-nyiakan” hidup itu sendiri, dasarnya kurang lebih tertuang di Kitab Suci Al-Qur’an, Surat Al-Kahfi, Ayat 103-104 :

103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Kerugian terbesar terjadi akibat penyia-penyiaan, penyia-nyiaan lahir karena kita tidak mampu mempergunakan secara bijak salah satu anugerah terbesar yang Allah berikan, yaitu **Kebebasan. **Dan anugerah kebebasan yang terbesar adalah **Kebebasan untuk memilih. **

Sederhana saja memang sifat hidup kita ini, kita tinggal “mau pilih yang mana ?”, maka dari itulah ada pepatah yang mengatakan “Hidup adalah Pilihan”. Disinilah Allah SWT kembali menunjukan Maha Pengasih dan Penyayangnya, meskipun hidup ini penuh dengan pilihan, Allah tidak mau kalau kita memilih yang tidak layak dipilih, oleh karena itulah Ia berikan kita alat dan petunjuk untuk menentukan pilihan yang tepat, yang berupa akal dan hati serta Al-Qur’an dan Hadist.

Jika kita memilih untuk hidup baik, maka hidup kitapun akan baik. Tetapi kalau kita memilih yang buruk, maka keburukan pun akan menjadi bagian hidup kita. Kurang lebih singkatnya seperti itulah pilihan dalam hidup. Apapun keputusan memilih yang kita ambil akan selalu melahirkan hukum sebab-akibat, yaitu pilihan dan konsekuensi (efek dari yang dipilih).

Hampir sepanjang usia kita akan dihadapkan dengan pilihan. Setiap hari, setiap waktu, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detiknya akan selalu ada pilihan. Dan disetiap pilihan tersebut akan selalu ada makhluk yang akan mengarahkan kita pada pilihan antara yang benar dan yang salah, yaitu Malaikat dan Setan. Begitu adzan menjelang, kita dihadapkan pada pilihan “shalat atau tidak ya ?”, kita mau pilih yang manapun masing-masing ada efeknya. Begitu ada perempuan seksi melintas didepan mata, kita dihadapkan pada pilihan “ditatap atau jangan ya ?”, ditatap atau tidak, masing-masing punya konsekuensi dari Allah SWT.

Saban waktu hidup kita penuh pilihan, antara “ya” atau “tidak”. Celaka atau efek buruk akan menimpa begitu kita salah menentukan pilihan, dan untuk itu saya berasumsi kalau kesalahan terbesar dalam hidup saya adalah ketika saya salah dalam menentukan pilihan. Ketika menyia-nyiakan kehidupan merupakan kerugian terbesar dalam hidup, itu diawali oleh pilihan sederhana; “Mau disia-siakan atau tidak hidup kita ? silahkan pilih yang mana”, kalau kita salah memilih, ya resikonya kerugian dalam hidup itu tadi.

Kesalahan dalam menetukan pilihan disebut kesalahan terbesar dalam hidup karena sepanjang hidup kita akan dihadapkan pada pilihan, dan sepertinya setiap dosa yang lahir dari diri kitapun banyak disebabkan karena kita sering salah dalam memilih, memilih antara beramal baik atau tidak, memilih antara merugikan orang lain atau tidak, memilih antara menjalankan perintah Allah atau tidak, bahkan “Diamnya dalam hidup juga merupakan keputusan memilih”.

Oleh karena itu sobat, mudah-mudahan kita bisa terus menjaga pikiran dan perasaan kita dengan terus berpegang dan berdasar kepada perintah-perintah Allah SWT yang tertuang didalam kitab suci Al Qur’an, serta menjalankan ajaran Rasulullah SAW yang tertuang dalam perilaku mulianya serta hadist-hadistnya. Sehingga kita bisa mengambil keputusan untuk memilih pilihan yang tepat dalam hidup kita, mulai dari pilihan-pilihan terkecil sampai persoalan-persoaln yang besar dalam hidup.

Allah SWT berfirman di Surat An Nissa’ ayat 59 ;

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”

Semoga kita bisa mengambil keputusan yang terbaik dalam hidup kita, sejalan dengan yang Allah perintahkan. Selebihnya Wallahu’alam, mohon maaf kalau tulisan saya ini banyak keliru dan tak layak ditiru, banyak salah dan tak layak dipilah, kalau ada benarnya mudah-mudahan bisa bermanfaat, kalau ada salahnya mudah-mudahan Allah mengampuni saya dan sobat-sobat berkenan untuk meluruskannya.