Kita semua tahu bahwa definisi cinta itu sangat luas, sulit dijabarkan secara ilmiah namun sesuatu yang alamiah. Banyak para ahli filsuf dan ahli kejiwaan yang mendefiniskan kata cinta tidak sedikit pula para pujangga yang begitu menjaga keagungan cinta. Lalu bagaimana ya jadinya kira-kira kalau guru mata pelajaran berkata cinta sesuai dengan bidan ilmu yang diajarkannya ?. Hehehehee… cekidot :

Guru Matemtika

Cinta tidak bisa dibagi ataupun dikurangi, kalau ditambah boleh. Kalau kita memaksakannya untuk dibagi atau dikurangi makan akan melahirkan cinta segitiga, atau bahkan segi empat, segi lima dan setarusnya. Harus dipahami juga bahwa dalam cinta 1 + 1 tidak selamanya menjadi 2, bisa 3, 4, 5 dan seterusnya. Heheheheee…. 🙂 Mamah + Papah = Mamah, Papah, Aku, Kakak, Adik… 😀

Guru Fisika

Cinta adalah gaya tarik menarik antara dua sisi yang besarnya berbanding lurus dengan perasaan masing-masing walau kadang harus berbanding terbalik dengan jarak antar keduanya. Cinta juga memiliki hukum yang mirip dengan hukum kekekalan energi, yaitu *Cinta tidak dapat diciptakan, juga tidak dapat dimusnahkan, *cinta akan mengalir dari satu jenis ke jenis yang lainnya. Heuheuheuuu… dari energi gerak jadi energi panas gitu misalnya ? 😛

Guru Geografi

Cinta akan melingkari khatulistiwa hati setiap manusia, manakala satu kutub memiliki garis meridian dengan kutub lainnya. ketika cinta sudah melingkari khatulistiwa hati tersebut, maka tekanan magma gelisah terus mendesak setiap malam beranjak. Kalau ini tidak segera terkendalikan bisa menimbulkan ledakan erupsi yang dahsyat. Xixixixixiiiiii…. lebih parah dari Tambora nih kayaknya ? 😀

Guru Kimia

Cinta akan berpeluang berekasi dengan sempurna apabila unsur perasaan ditambahkan dengan zat logika, kemduian dilarutkan didalam tabung rekasi keikhlasan dan kesabaran. Salah nambah zat bisa meledak nih…. 😀 heheheheeeee…

Guru Ekonomi

Cinta memerlukan modal, itu sudah pasti. Tapi perlu diketahui bahwa cinta juga bisa menyebabkan inflasi Anggaran Pendapatan Belanja Pribadi, apalagi ketika semakin tingginya angka permintaan tidak dibarengi dengan ketersediaan. Yang ada bisa-bisa melakukan dumping. Wah kalau sudah begini yang harus diperhatikan adalah sebesar apapun cinta kita, tetap harus memperhatikan *equilibrium *(keseimbangan) antara tingginya angka permintaan dan penjualan. Kalau tingginya permintaan si dia bisa-bisa kita jual rumah, tanah, atau mungkin jual diri gituh ???… jiah ntar dulu ahh… 😛

Guru Astronomi

Dalam ilmu tata cinta (tata surya kale ommm ??? 🙂 ), Luasnya cinta ibarat luasnya 7 lapis langit yang tidak ada satu orangpun dapat mengukurnya. Didalam sistem tata cinta itu sendiri bertebaran planet-panet perhatian, bintang-bintang kasih sayang, bulan kerinduan, asteroid cemburu, hati-hatinya juga… kadang suka ada kilatan meteor curiga. Tapi kalau bisa, kamu harus menjadi matahari yang terus memancarkan kesetiaan yang sewaktu-waktu akan menghasilkan gerhana keharmonisan. HeuheuuuGombal !!! 😀

Guru Komputer

Untuk menjaga hubungan cintamu, maka secara rutin kamu harus me-scan hati dan pikiranmu dari virus-virus rasa curiga yang bisa menyebebkan proteksi berlebihan, jangan lupa diupdate juga dengan cara meningkatkan komunikasi yang lebih baik. Buang file-file perasaan yang corupt dan tidak penting, kemudian ganti hardware cintamu dengan* hardware-hardware yang lebih romantis. Kalau memang kondisinya sudah kritis coba di defrag, kalau masih tetap kritis coba direstart* (tidak perlu di shutdown), terus instal ulang deh hubungannya. Cihuuuuuy… Bapak Komputer (jiahahaaaaa.. ibunya siapa ?) eksis juga neeeeeh ? 😉

Guru Biologi

Cinta kadang lahir dari benih-benih yang biasa saja (bukan bibit unggul), namun karena dipupuk secara teratur dengan pupuk yang kaya akan protein kepedulian dan mineral kasih sayang, maka benih cintapun dapat tumbuh dengan baik. Semakin baik proses penanamannya, maka anti body pohon cintapun jauh lebih kuat dalam menghadapi serangan hama-hama penggoda pasangan. Percaya dehhh… sama guru biologimah…. 😀 paling jago soal penanaman benih…

Guru Olahraga

Untuk dapat menyarangkan bola cintamu pada sudut hati yang tepat, maka kamu harus pandai-pandai melihat peluang dan kesempatan yang tepat untuk menendang atau mensmashnya. Tidak perlu tergesa-gesa, biar lebih fokus dan konsentrasi kamu harus pemanasan dulu supaya kamu tidak keram disaat harus bersaing dengan orang lain. Bener tuh paaa… begitu ada peluang saya malah suka keram, tapi untung saya bawa balsem…. saya colekin deh di hidungnya si dia. Wkwkwkwkwkkkk…

Guru Sejarah

Catatlah segala kebaikan orang yang kita cintai diatas prasasti hati dengan ukuran pahatan yang dalam. Agar jika kelak bila kita tdak lagi bersamanya kita dapat belajar dari segala catatan sejarah akan kebaikannya. Sedangkan segala keburukannya biarlah dibawa oleh para penjajah kembali ke negara asalnya. Mudah-mudahan tuh penjajah gak balik lagi bawa keburukannya… 😀

Guru PKn / PPKN / PMP

Inilah salah satu mata pelajaran yang paling mengerti tentang cinta. Ia mengajarkan kalau cinta kadang tidak memandang perbedaan suku, ras, golongan, kasta atau bahkan agama. Ketika kita disakiti, itu adalah kesempatan bagi kita untuk belajar lapang dada. Ketika kita diputuskan ia mengajarkan kita arti *legawa, *ketika kita hampir berselingkuh ia mengingatkan kita tentang kesetiakawanan cinta. Ketika kita sedang diselimuti kebahagiaan karena cinta, ia pun mengingatkan kita bahwa kita harus punya jiwa tenggang rasa dan toleransi, sebab tidak sedikit orang-orang disekitar yang sedang sakit karena cinta. Beuuuuhhh… hiks.. hikss.. hiksss… turut prihatin paa…buuu 🙁

Guru Bahasa Indonesia

Cinta bukan sekedar rangkaian kalimat yang jika diuraikan bisa menjadi ribuan bab atau halaman buku, cinta juga bukan sekedar bait dan syair-syair indah yang tertuang dalam monolog maupun dialog panggung sandiwara. Namun, apabila cinta telah benar-benar hadir dalam diri kita, ia akan menjadi frase-frase kebaikan perilaku pada diri kita meskipun kita tidak menyadarinya, dan itu akan melahirkan kalimat-kalimat yang berkarakter protagonis juga kualitas dialog yang enak dijalani. Ketika cinta tersebut benar-benar cinta yang tulus, maka kita bisa tidak peduli dengan awalan atau akhiran dalam cinta tersebut. Begitu cinta menjadi penguasa, kitapu lupa kalau sewaktu melakukan pendekatan kita harus mengeja-nya secara perlahan-lahan. Ahaaaaaaaayyyy….. no comentlah, mau idem aja 😛

Guru Antroplogi

Cinta dan kasih sayang merupakan marga yang berbeda dari satu suku yang sama, yaitu “suku hati”. Cinta cenderung menganut faham patrilinear, dimana mereka memiliki prinsip “cemburu”. Sedangkan kasih sayang lebh menganut faham matrilinear, dimana disini tidak ada kata cemburu layaknya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Adakah ibu yang cemburu begitu anaknya menikah ?, tidak bukan. *Ko bisa sih jadi patrilienar begitu kalau cinta ?, *Gak tau ya, saya juga bingung dah seret ide, xixixixiiii…. 😀

Guru Kesenian

Dengan kekuatan imajinasi cinta, kita dapat memiliki motivasi yang kuat untuk menciptakan lukisan yang sangat indah. Namun dengan kemampuan melukis yang baik sekalipun, bukan sesuatu yang mudah untuk mengekspresikan cinta diatas kanvas secara sempuran dan menyeluruh akan arti cinta. Sekalipun kita menorehkannya dengan kuas kasih sayang, itu hanya sebagian saja ekspresi yang tersalurkan, karena selebihnya jauh lebih indah dari yang terlihat. Satu lagi, untuk memulai jalinan cinta kadang prosesnya seperti proses membuat karya seni, awalnya terlihat berantakan namun hasilnya bisa terlihat indah. Emang… cinta dengan seni, terasa lebih indah euuuyyy… 😛

Guru Agama

Belajar dulu ilmu agama yang rajin dan dengan benar, maka niscaya akan menemukan hakekat cinta sesungguhnya. Nah, skak mat lhooo…. 😀

Disklaimer :

Tulisan ini hanyalah karangan intermezo saya belaka yang dibaliknya sama sekali tidak ada unsur saran atau kalimat dari guru-guru mata pelajaran terkait. Bukan tidak mungkin terdapat banyak kesalahan dalam korelasi struktur ilmiah dari mata pelajaran itu sendiri. Oleh karena itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekliruannya.

Yang mau nambahain atau koreksi, dengan sangat senang hati saya sangat menanti.

**
**