Istilah internet sehat dan** kebebesan internet** tentunya bukan sesuatu hal yang asing lagi ditelinga kita. Sebagai orang yang berpemahaman awam, saya sempat tanda tanya ketika harus menemukan korelasi atau hubungan yang pas antara internet sehat dan kebebasan internet, karena bagaimanapun antara keduanya jika tidak dipahami akan terkesan berlawanan.

Kalau kita berbicara soal internet sehat maka yang akan tergambar kurang lebih :

  1. Internet yang tidak menimbulkan dampak negatif baik secara moril maupun materil
  2. Aman untuk softaware dan hardware
  3. Terlindunginya privasi dari kebocoran
  4. Bersih dari konten porno dan kriminal
  5. Berinternet secara teratur, tidak berlebihan dari segi waktu dan interaksi.
  6. Saling menghargai, kita sadar betul kalau interaksi kita dengan manusia juga.
  7. Dan lain sebagainya.

Sedangkan ketika kita berbicara soal kebebasan di internet yang terbayang didalam pemikiran awam kita adalah bahwa kita bebas melakukan apapun di internet, tidak terbatas pada :

  1. Merusak atau tidaknya
  2. Hak cipta dan batasan privasi
  3. Filter konten porno
  4. Berinternet sekehendak hati dan sepuasnya
  5. Interaksinya mau manusia ataupun sistem engine dianggap tidak penting.

Sekali lagi, disini kita berbicara secara awam. Kalau kita perhatikan gambaran awam dua hal diatas sepertinya sulit sekali kita menemukan hubungan yang tepat antara internet sehat dan kebebasan internet. Disini kita tidak perlu terlalu jauh sampai kepada pembahasan Undang-undang ITE, karena setahu saya kita-kita yang awam ini sulit untuk mencerna dan memahami kesluruhan UU ITE. Kita coba pake kiasan atau perumpamaan saja supaya lebih sederhana dan mudah dipahami.

Kebebasan internet yang selama ini diangkat sebetulnya tidak se ekstrim gambaran diatas juga ya. Kebebasan yang dimaksud adalah terbukanya ruang di dunia maya bagi siapapun untuk melakukan aktivitas onlinenya secara merdeka. Sebagai bangsa yang beradab, tentunya kita harus mengartikan bahwa rasa merdeka atau hak kebebesan tersebut juga dibatasi oleh hak orang lain juga. Contoh : Kita berhak untuk menulis sebuah opini di blog, tapi opini yang kita tulis tersebut tidak boleh melanggar hak orang lain dalam menjaga nama baiknya dengan melakukan pencemaran nama baik.

Bebas Seperti Anak Kecil

Ini ibarat salah satu iklan deterjen cuci “Kalau gak kotor, ya gak belajar”. Kita tahu, kalau dunia anak kecil perlu kebebesan sesuai dengan usianya. Anak-anak tidak boleh diintimidasi, dia harus diberi ruang untuk menemukan banyak hal agar semua panca indra dan sistem intelegensia berfungsi dengan baik, sehingga bisa memahami dunia sekitarnya.

Ibaratnya begini, seorang anak kecil ketika belajar melukis mungkin tangan dan pakaiannya akan berlumuran cat lukis. Tapi kita tidak perlu khawatir, itu adalah bagian dari kreatifitas, yang penting kita harus tahu bagaimana cara menghentikannya ketika kegiatan tersebut melampaui batas waktu normal dan juga tahu bagaimana cara membersihkan cat-cat yang menempel di badan dan pakaian si anak tersebut secara benar.

Penjelasan gambarannya begini, dengan kebebasan internet siapapun bebas menemukan dan mengemukakan banyak hal di internet. Sekalipun mungkin harus masuk zona sensitif, bisa menjadikan itu sebagai memahami sesuatu yang benar dan salah, artinya ada proses edukasi disitu. Kalau seorang anak yang bermain harus diawasi oleh orang tuanya sebagai pengendali, maka dalam kebebasan internetpun tetap ada pengendalinya, konkritnya yaitu UU ITE dan sederhananya adalah kita harus memahami bahwa orang lain juga punya hak di internet yang tidak boleh kita rugikan.

Jadi, untuk dapat memahami korelasi yang pas antara internet yang bebas tapi juga sehat, kita dapat mengambil pelajaran dari kehidupan dunia anak-anak. Anak-anak harus diberi kebebasan sesuai dengan dunianya, sehingga bisa tumbuh sehat dan cerdas, dan untuk itu tetap harus ada kontrol.