[![](https://blog.rosid.net/content/images/2011/05/children-video-game-300x226.jpg "Game anak-anak")](https://blog.rosid.net/content/images/2011/05/children-video-game.jpg)
ilustrasi
Istilah kognitif (kognisi) berasal dari bahasa Latin, *cognoscere* yang artinya mengetahui. kemampuan kognitif sangat berkaitan erat dengan kemampuan mengingat, berfikir , kreatifitas dan persepsi. Berkaitan dengan unsur-unsur aspek kognitif tersebut ternyata video game dapat memberikan manfaaat tersendiri  untuk perkembangan aspek kognitif anak. Beberapa hal efek positif yang mempengaruhi asfek kognitif anak antara lain :
  1. Jenis viedo game yang menuntut strategi penyelesaian masalah dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak.
  2. Video game dapat mempertajam kekritisan cara berpikir para pemainnya.
  3. Menuntut anak untuk lebih kreatif (selama video game tersebut tidak membuat si anak kecanduan).
  4. Anak dituntut untuk belajar mengambil keputusan yang tepat dari segala tindakan yang dilakukan.
  5. Membangun semangat kerjasama atau teamwork ketika dimainkan dengan gamer-gamer lainnya secara multiplayer.
  6. Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah atau tugas.
  7. Membuat anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi, terutama anak perempuan yang jarang menggunakan teknologi sesering anak laki-laki.
  8. Melatih koordinasi antara otak, mata dan tangan, serta skil motorik.
  9. Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak saat mereka mampu menguasai permainan.

Namun selain itu juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam game-game yang dituntut memiliki nila edukasi tersebut. Beberapa asfek harus dipertimbangkan karena game edukasi bukan sebuah hiburan semata melainkan jalur lain penyampaian sebuah pendidikan berbasis media yang disukai anak-anak.

Beberapa hal yang harus diperhatikan tentang video game adalah :

Tujuan Game

Harus diperhatikan betul game yang akan dimainkan itu tujuan awalnya untuk apa ?, atau dengan kata lain si pembuat game harus memprhatikan tujuan awal pembuatan game tersebut dibuat. Untuk game yang edukasi misalnya, berarti game yang dibuat hendaknya disesuaikan dengan yang dipelajari oleh pengguna game.

Moral

Game edukasi adalah game yang mendidik, sebisa mungkin aspek-aspek kecil ditanamkan melalui sebuah permainan. Nilai moral yang digambarkan sebuah permainan haruslah sesuai dengan etika pendidikan yang berlaku. Tak pantas jika game untuk pendidikan berisi mengandung unsur-unsur perkelahian atau pornografi, dan kalau bisa sebisa mungkin nilai agama ditanamkan pada setiap rangkaian pembelajaran.

Game Sebagai Pelengkap

Game yang dibuat harus melengkapi materi, bukan malah mengurangi konsentransi dibidang tertentu. Misalnya ketertarikan anak terhadap permainan bisa mengurangi anak memahami teks baca, atau respon ke pendidik.

Interaktifitas Dalam Game

Kelemahan komputer sebagai mediator adalah tidak bisa diraba oleh penguna apa yang sedang dilakukan, jadi sebisa mungkin interaktifitas harus ada dalam sebuah permainan.

Source :

  • Ariani, Niken, S.Pd., Dani Haryanto, S.Phil. 2010. *Pembelajaran Multi Media di Sekolah. *Jakarta : Prestasi Pustaka
  • Id.wikipedia.org