Mencari Keberanian untuk Meraih ImpianKeberanian muncul dalam berbagai bentuk. Kita melihat orang-orang yang mengorbankan hidup mereka dalam tindakan penyelamatan, membela keyakinan moral dan etika, dan memperjuangkan keadilan, meskipun konsekuensinya sangatlah berat. Ini adalah salah satu jenis keberanian yang Anda dan saya saksikan setiap hari ketika menghadapi ketakutan, ketidakpastian, dan perjuangan.

Ketika kita mulai melakukan hal ini, kita mulai percaya pada diri kita sendiri dan menemukan keberanian untuk meraih impian kita.

Keberanian datang dari membuat pilihan yang sulit di masa sekarang dan memiliki keyakinan akan baik di masa depan. Ini tentang menghadapi ketakutan yang (biasanya) akan membatasi potensi kita.

Keberanian berbeda untuk setiap orang, dan kita semua di tempat yang berbeda dalam hidup kita, meskipun kita dapat menemukan kekuatan untuk menjadi berani dan mengambil langkah-langkah positif.

Keberanian untuk menjadi seorang individu

Dibutuhkan keberanian untuk menemukan siapa kita sebenarnya dan mengikuti keyakinan kita. Kita ditanamkan dengan keyakinan sejak dini tentang siapa kita dan arah yang harus kita ambil dalam hidup. Kadang ini sebetulnya menakutkan bagi kita sendiri untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Jika kita melakukannya, kita akan dihadapkan pada nilai-nilai tradisi yang sudah membudaya, terlepas dari benar atau tidaknya tradisi tersebut.

Untuk menjadi individu yang punya nilai prinsip sendiri. Kita semua akan menghadapi perlawanan situasi yang mengatakan bahwa kita salah dan bodoh. Kita harus belajar untuk melawan pengaruh yang berlawanan dari orang lain yang menghalangi tujuan hidup kita, dan bersedia untuk mengikuti visi pribadi kita. Dengan catatan, apa yang menjadi visi tersebut bukanlah sesuatu yang berdasar pada hawa nafsu.

Keberanian untuk membuat keputusan sulit

Kita terus-menerus dihadapkan dengan keputusan yang harus dibuat meskipun ketidakpastian dan ketakutan akan selalu menyertai. Ketika keputusan ini dapat memiliki dampak besar pada kehidupan kita, perlu keberanian untuk memutuskan bergerak maju. Membuat keputusan berani adalah bagaimana kita dapat membentuk masa depan kita dan mendapatkan peluang baru, menarik !.

Keberanian membuka pintu untuk kemungkinan-kemungkinan baru dan mengungkap potensi kita yang mungkin tidak disadari sebelumnya. Ketika kita berkomitmen untuk sebuah keputusan, keberanian membantu kita secara emosional untuk siap berurusan dengan hasil dan tetap gigih untuk mendapatkan yang terbaik.

Keberanian dari keimanan dan harapan

Bagian penting dari keberanian adalah kenyataan bahwa kita sangat percaya pada kekuatan yang lebih besar daripada diri kita sendiri. Iman memberi kita kekuatan dan dapat membantu kita menemukan makna yang lebih besar. Mengambil lompatan iman mengharuskan kita untuk “melepaskan” kontrol dan meletakkan kepercayaan kita di luar dari diri kita sendiri.

Kekuatan iman yang lebih tinggi dapat memberi kita harapan dan optimisme, ini memungkinkan kita untuk berani dan bertahan saat melalui sebuah proses.

Keberanian untuk menjadi kreatif

Kita bisa berkaca dari orang-orang yang dapat menghubungkan situasi sulit dengan ‘alam’ kreatif mereka. Mengambil pandangan yang sama sekali baru dan mengeksplorasi hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tidak semua orang bisa melihat hal-hal dengan cara baru dan mengekspresikan diri sepenuhnya.

Ketika seorang pelukis, musisi, atau sastrawan menuangkan karyanya, itu adalah keberanian yang memungkinkan ekspresi mereka menghasilkan sesuatu. Mereka tidak membatasi diri dari mengekspresikan apa yang mereka rasakan di dalam pikiran dan perasannya, dan dengan demikian ia akan mampu menginspirasi dan memiliki dampak positif pada orang lain.

Tidak perlu menjadi seorang pahlawan untuk menjadi berani.

Jika kita tahu apa yang kita inginkan dari hidup, keberanian dapat membantu kita menjadi lebih luar biasa dengan tidak menahan diri dari apa yang kita mampu. Memiliki keberanian untuk mencoba dan mencapai tujuan bukanlah hanya tantangan zaman kita, tapi tantangan kehidupan itu sendiri. Ketika dihadapkan dengan pilihan, keputusan untuk tidak duduk itu keluar, dan memulai untuk melangkahkan kaki pada satu sikap “kuda-kuda” yang menunjukan bahwa kita bukan peragu.