Jejaring sosial saat ini benar-benar menjadi fenoman tersendiri di jagat dunia internet. Jejaring sosial seolah-olah seperti para developer perumahan yang menawarkan satu kawasan hunian yang nyaman dan menarik bagi para penghuninya.****Ini tentunya menjadi ujian tersendiri bagi kita untuk lebih berhati-hati memilihi jejaring sosial mana yang akan kita huni.

Eksis di jejaring sosial tentunya sah-sah saja selama memberikan nilai positif dan menambah banyak teman baik, syukur-syukur kita dapat memberikan pengaruh positif bagi teman-teman baru kita. Kalau jejaring sosial hanya dijadikan lahan bagi kita untuk cuap-cuap mengumbar perasaan dan keadaan (seperti berkeluh kesah, marah-marah, mencaci, menghujat dan lain sejenisnya), sebaiknya tinggal hal tersebut secepatnya, karena bagaimanapun itu tidak akan memberikan nilai manfaat sedikitpun bagi diri kita, melampiaskan amarah sobat mungkin iya, tapi tidak akan menjamin masalah terselesaikan, tidak jarang pada akhirnya hanya berujung pada penyesalan. Dan lagi-lagi sobat harus meminta maaf kepada khalayak ramai di jejaring sosial tersebut atas kebodohan yang sobat buat.

Berbicara masalah azas manfaat jejaring sosial, ada satu jejaring sosial yang mungkin belum semua orang tahu, namanya sudah cukup terkenal dengan jumlah member lebih dari 90 juta orang, namun memang belum sepopuler facebook, yaitu LinkedInk. Jejaring sosial ini lumayan serius, serius dalam arti poptensi tujuannya untuk para membernya.

Beralamat di www.linkedin.com, LinkedIn merupakan sarana yang cukup oke bagi sobat yang sedang mencari relasi atau jaringan seputar pekerjaan dan bisnis, atau bahkan untuk membuat *online presence *(pencitraan positif identitas di dunia maya). Di LinkedIn sangat kental dengan nuansa bisnis, disini kita bisa membuat profil yang profesional yang bisa dilihat oleh orang lain., yang siapa tahu akan tertarik dengan bakat dan potensi profesionalitas sobat. Melalui situs ini, sobat bisa membuat daftar kontak bisnis yang dikenal, yang disebut juga dengan *Connection, *dan kemudian kita juga bisa mengundang siapa saja untuk bergabung di daftar koneksi.

LinkedInk menawarkan cara efetif bagi sobat-sobat untuk mengembangkan daftar kontak yang ekstensif, karena jaringan sobat akan terdiri dari koneksi sobat sendiri, koneksinya koneksi sobat (teman dari teman sobat/2nd degree connection), dan koneksinya koneksi *2nd degree conection *sobat, atau disebut juga *3rd degree connection. *Dari jaringan ini, kita dapat mengetahui dan mencari pekerjaan, kesempatan bisnis, peluang karir dan lain-lain.

LinkedIn juga berperan sebagai media yang efektif dimana pihak perusahaan dan pencari kerja dapat melihat informasi profesional yang terdaftar satu sama lain. Tidak perlu khawatir, meskipun ada sistem jaringan yang bertingkat LinkedIn tetap mematuhi aturan privasi sehingga semua koneksi yang dibuat telah dikonfirmasi satu sama lain dan orang-orang yang hadir di jaringan LinkedIn yang telah mereka setuji sebelumnya.

Menurut CEO LinkedIn Jeff Weiner, jika sebelumnya layanan mereka bertujuan untuk mengkoneksikan pengguna dan pekerjaan baru, kini misi mereka adalah mengkoneksikan bakat dan kesempatan dalam sekala masif.

Nah, karena LinkedIn memberikan peluang dan kesempatan kita untuk eksis, maka dengan segala layanannya LinkedIn juga memberikan peluang kepada kita untuk mengembangkan karir yang jauh lebih profesional. Ada beberapa aplikasi utama yang cukup menarik di LinkedIn, antara lain :

1. WordPress

Aplikasi ini secara otomatis akan mensingkronkan posting blog WordPress sobat dengan profil sobat. Tidak ingkin membagi setiap informasi tentang sobat dengan koneksi LinkedIn sobat ?, tenang disediakan opsi penyaringan dengan menggunakan tag LinkedIn khusus.

2. Events

Aplikasi ini menambahkan sebuah box di profil sobat yang menampilkan acara apa saja yang akan dihadiri oleh orang-orang di jaringan sobat. Ini akan membantu sobat untuk menemukan acar nerdasarkan industri dan fungsi profesi sobat. Sobat bisa menyortirnya berdasarkan acara terpopuler, acara apa saja yang akan digelar, hingga membuat acara sobat sendiri.

3. Groups

Siapapun dapat membuat group di LinkedIn untuk memastikan *brand *sobat lebih populer dikalangan social media. Berpartisipasi di grup yang dibuat oleh orang lain juga merupakan cara jitu untuk memastikan bahwa sobat bisa dikenal dan didengar orang. Selain itu juga sobat akan menemukan lebih banyak orang yang berpengaruh di bidang sobat dan berkesempatan berkoneksi dengan mereka. Tidak hanya itu, sobat juga dapat mencari tahu apa saja yang sedang populer dibicarakan orang dibidang sobat.

4. Tweets

Aplikasi ini memungkinkan sobat mengintegrasikan twitter dengan jaringan LinkedIn (dan sebaliknya). Setelah terinstal, ia akan membolehkan kita untuk mengembangkan kedua layanan secara bersamaan dan dengan demikian peluang orang lain untuk mengenal kontak kita semakin dekat. Pakai modul *Connections to Follow *yang merekomendasikan siapa saja koneksi di LinkedIn sobat yang twitternya belum belum sobat follow. Kemudian ada juga tab “Connections” yang memungkinkan kita melihat semua koneksi LinkedIn sobatr yang telah menambahkan akun twitter di di profil LinkedIn mereka. Nah, ketika sobat mengklik link untuk menyimpan koneksi-koneksi sobat sebagao daftar twitter, jejaring sosial ini akan membuat daftar twitter pribadi berisi semua koneksi LinkedIn sobat yang telah menambahkan akun twitter. Yang penting, LinkeIn akan secara otomatis meng-update daftar ini, menambahkan dan menghapus akun-akun twitter yang ada disana berdasarkan koneksi LinkedIn sobat. Jadi akan semakin mudah bagi sobat untuk melacak apa saja yang sedang di “tweet” oleh koneksi sobat memakai client twitter apa saja yang mendukung daftar twitter.

Menghindari 10 Kata Kunci

Menggunakan istilah yang telah populer sah-sah saja, tapi orang yang membacanya bis bosan. Misalnya saja jika kata-kata tersebut sering mereka temui disebuah resume. Alih-alih mempertimbangkan untuk mempekerjakan kita, bisa jadi pihak perekrut malah tidak membaca resume kita sama sekali.

Belum lama ini LinkedIn memuat 10 kata kunci yang sudah terlalu sering digunakan di profil angota mereka di AS. Jadi, hindarilah :

  1. Extensive Experience  (pengalaman luas)
  2. Innovative
  3. Motivated
  4. Resulets Oriented (berorientasi pada hasil)
  5. Dinamyc
  6. Proven track record
  7. Team Player
  8. Fast Paced
  9. Problem Solver
  10. Entrepreneurial

Ubah Profil Jadi Resume

Malas membuat sebuah resume tapi sudah membuat profil di LinkedIn ? Ubah saja profil itu jada resume dalam hitungan detik. Jadi sobat tidak perlu repot-repot membuka Word ata PDF yang memenuhi desktopkomputer untuk sewaktu-waktu dikirim. Berikut caranya :

  1. **Sign in **di LinkedIn
  2. Pilih template resume yang paling sesuai dengan gaya sobat. Ada pilihan *clasic, modern, business, executive, law, *dan lain sebagainya.
  3. **Edit, **konten resume sobat akan secara otomatis mengambl dari profil LinkedIn sobat. Jadi, langkah beriklutnya adalah mengkustomisasinya sebanya yang sobat mau. Sobat juga dapat memilih bagian mana *(apahak summary, specialis, experience, education, *atau lain-lain) yang ingin sobat masukkan dan bagaimana urutannya.
  4. **Share, **Langkah terakhir, ekspor resume sobat sebagai PDF dan cetak kapan saja dibutuhkan. Oh ya, tiap resume juga akan dilengkapi dengan link khusus yang memungkinkan sobat membaginya dengan orang lain via e-mail, LinkedIn, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya.

View Rosidin B. Eming's profile on LinkedIn