[dropcap style=”font-size: 60px; color: #3005c3;”]R[/dropcap]asa ragu sedikit muncul, ketika awan mendung memayungi langit Bogor. Sudah tidak aneh lagi memang untuk daerah yang berjuluk Kota Hujan ini.

Rasa was-was penuh harap semoga hujan tidak turun saat itu. Maklum, pukul 3 lebih 30 menit saya ada janji untuk ketemu Kang Mataharitimoer (Kang MT) di depan kampus Universitas Pakuan, kemudian berangkat bersama mengikuti buka puasa dan berbagi keceriaan di Panti Asuhan Permata Hati bersama teman-teman dari Komunitas Blogger Bogor (@bloggerbogor) yang diketuai oleh Kang MT, I Love Bogor (@ilovebogor), yang diketuai oleh Kang Chandra Iman, dan @YoungOnTop yang diprakarsai oleh @billyboen.

[![Panti Asuhan "Permata Hati"](https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/P1040703.jpg "Panti Asuhan "Permata Hati"")](https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/P1040703.jpg)
Panti Asuhan “Permata Hati”
Allah menjaga laju roda dua yang kami tunggangi, hanya gerimis kecil yang Ia turunkan dari kelabunya mendung saat itu. Alhamdulillah, tepat sekitar pukul 4 sore, saya, Kang MT, dan Hendra (@ndraverne) tiba di panti asuhan.

Beberapa adik kecil di panti asuhan yang melihat kami, langsung menyambut dengan salam hangat berlapis senyuman. “Asalamu’alaikum kakak”, ya… “kakak”, begitulah mereka menyapa kami. Sebuah sapaan yang dibaliknya tersirat pesan “kamipun adalah adikmu, yang selalu rindu akan kasih sayangmu”.

Nama Panti Asuhan Permata Hati bagi sebagian orang tentu sudah tidak asing lagi, dimana pada tahun 2010 pemberitaan miring terhadap panti asuhan ini cukup santer. Pemberitaan yang terlepas dari benar atau salah tetap saya anggap keliru, karena berita yang disajikan tidak disertai dengan konfirmasi dari pihak panti asuhan.

Kalau saja ada konfirmasi dan investigasi lebih jauh, saya lebih yakin kalau media-media akan lebih banyak memberitakan kebenarannya. Kebenaran yang bagi siapapun akan tersentuh hati nuraninya.

Antara apa yang saya lihat di Permata Hati, yang saya dengar dari penuturan para pengelola dan juga adik-adik penghuni panti, dan apa yang saya cermati dari sajian-sajian berita 2 tahun lalu. Saya sendiri berkesimpulan bahwa apa yang terjadi dulu adalah sebuah cobaan yang luar biasa beratnya bagi Panti Asuhan Permata Hati, entah itu bagi pengelolanya yang dipimpin oleh ibu Hj. Dina Mayasari, maupun para penghuninya.

Sentuhan Hangat Sepanjang Hayat

Usianya tidak muda lagi, 20 tahun lebih ia ‘mewakafkan’ diri untuk mencurahkan kasih sayangnya bagi anak-anak yang tidak semestinya terbuang. ialah Nenek Sukatmah.

Sebagian besar anak-anak yang tinggal di PA Permata Hati dirawat dan dibesarkan dari bayi. Lebih miris lagi ketika mereka terlahir dari para orang tua yang tidak bertanggungjawab. Dan kesemuanya, nyaris tidak ada yang terlepas dari sentuhan hangat tangan penuh kasih sayang Nenek Sukatmah.

[![Nenek Sukatmah dan Bayu Arnes (foto by. @mataharitimoer)](https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/Mataharitimoer.jpg "Nenek Sukatmah dan Bayu Arnes (foto by. @mataharitimoer)")](https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/Mataharitimoer.jpg)
Nenek Sukatmah dan Bayu Arnes (foto by. @mataharitimoer)
Kita bisa membayangkan, mengurus satu anak sendiri saja kadang sering merasa kesulitan, dan ini ; puluhan anak yang setiap harinya harus dirawat, dididik, diawasi, dan diperhatikan.

Semua anak-anak di Permata Hati disekolahkan, beberapa daftar anak tersebut bisa dilihat disini. Persis seperti yang saya temui, saya salami, dan bahkan bercengkerama dengan mereka serasa tanpa jarak dan seperti sering berjumpa.

Berjuang Mendidik Mental dan Karakter

Ketika berbicara kebutuhan perawatan fisik lahiriah, itu bisa dibilang sesuatu yang umum, meskipun memang tidak kalah penting. Tapi, lain halnya ketika kita berbicara mendidik juga merawat mental dan karakter.

Anak-anak disini sebagaimana sifat anak-anak pada umumnya, ada yang cenderung pendiam dan pemalu, tapi ada juga yang agresif atau bahkan nakal. Saat ada anak yang sedikit agresif dan tidak sungkannya untuk bersandar di bahu kita, mungkin akan merasa risih dan kesal. Tapi, cobalah biarkan sejenak, lalu bayangkan apa yang harus dilakukan para pengasuh mereka setiap harinya.

Kita akan menemukan sebuah bayangan pengabdian yang tidak mudah. Dibutuhan *sense of caring *yang luar biasa.

[![Disaat yang bersamaan, datang juga teman-teman dari Kawasaki Ninja Motor Club - Cibinong. Tampak anak-anak panti menjajal sensasi tunggangan para anggota komunitas.](https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/Anak-anak-Permata-Hati-Menjajal-Ninja.jpg "Disaat yang bersamaan, datang juga teman-teman dari Kawasaki Ninja Motor Club - Cibinong. Tampak anak-anak panti menjajal sensasi tunggangan para anggota komunitas.")](https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/Anak-anak-Permata-Hati-Menjajal-Ninja.jpg)
Disaat yang bersamaan, datang juga teman-teman dari Kawasaki Ninja Motor Club – Cibinong. Tampak anak-anak menjajal sensasi tunggangan para anggota komunitas dengan penuh keceriaan.
Latar belakang anak-anak yang oleh siapapun tidak diinginkan, termasuk oleh diri kita sendiri. Adalah sebuah beban mental yang harus dipikul oleh anak-anak tersebut semenjak lahir. Misalnya ; sebuah rasa rindu yang rasanya sulit untuk terkabulkan sepanjang hayat untuk bisa bertemu dengan orang tua yang telah rela tidak merawat mereka. Belum lagi bayang-bayang “*kenapa saya harus ada disini ?”*

Tidak mudah rasanya untuk bisa membuat bibir anak-anak tersebut menyunggingkan senyuman penuh ceria dan harapan. Berbahagialah, bagi Anda yang bisa membuat mereka tersenyum dan merasa bahagia. Karena Anda sudah menjadi bagian dari orang-orang yang mau menjaga supaya mereka tetap mempunyai harapan dan mengikhlaskan latar belakang.

Rasa haru mau tidak mau membuat saya dan teman-teman harus menahan rasa sedih atas jalan hidup yang harus mereka lalui. Karena, kita memang datang kesana bukan untuk berbagi kesedihan. Sayang, waktu terlalu cepat rasanya dalam memberi ruang kepada kami untuk bercanda riang dengan mereka.

Kamipun harus berpamitan dengan mereka, dengan harapan nanti bisa kembali lagi untk menjenguk mereka atau mungkin bisa menatap mereka menjadi orang-orang yang sukses kelak. Amiin.

[tabs slidertype=”images” auto=”yes” autospeed=”4000″]
[imagetab width=”550″ height=”400″] https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/Saling-Menjaga.jpg [/imagetab]
[imagetab width=”550″ height=”400″] https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/P1040711.jpg [/imagetab]
[imagetab width=”550″ height=”400″] https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/P1040724.jpg [/imagetab]
[imagetab width=”550″ height=”400″] https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/Harapan-Masa-Depan.jpg [/imagetab]
[imagetab width=”550″ height=”400″] https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/Anak-anak-Soleha.jpg [/imagetab]
[imagetab width=”550″ height=”400″] https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/Kang-Chandra-Sharing.jpg [/imagetab]
[imagetab width=”550″ height=”400″] https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/P1040790.png [/imagetab]
[imagetab width=”550″ height=”400″] https://blog.rosid.net/content/images/2012/08/Bernyanyi-Bersama.jpg [/imagetab]
[/tabs]

Bagi teman-teman yang ingin berbagi kebahagiaan dan menguatkan mereka dalam harapan, silahkan bisa datang langsung ke :

Panti Asuhan Permata Hati

Jl. Musholla No. 41, Kampung Kaum RT 04 RW 05, Kelurahan Ciparigi,

Kecamatan Bogor Utara

Telepon : (0251) 8659 663

Email : permatahatibogor@gmail.com