merasa kesepian[dropcap style=”font-size: 60px; color: #23c932;”] O [/dropcap]rang-orang yang merasakan kebahagiaan cenderung memiliki jangkauan yang lebih luas, banyak teman dan hubungan. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang lain secara lebih mendalam (intens) dan bermakna.

Menghubungkan diri dengan orang lain memang tidaklah mudah, dan itu sesuatu yang alami bagi semua orang. Bisa menjadi tantangan yang sulit untuk menjangkau orang lain ketika kita tidak merasa baik tentang diri kita atau keadaan hidup kita.

Saat kita beranjak dan pergi keluar, hubungan akan terasa lebih penting, dan itu sebabnya memahami dan menangani masalah “kesepian” bagi sebagian orang bisa menjadi masalah yang kritis.

Memahami “Sisi Rumit” dari Kesepian

Berikut adalah beberapa ‘cara kerja kesepian’ bagi kebanyakan orang:

[tabs slidertype=”left tabs”] [tabcontainer] [tabtext]1[/tabtext] [tabtext]2[/tabtext] [tabtext]3[/tabtext] [tabtext]4[/tabtext] [tabtext]5[/tabtext] [/tabcontainer] [tabcontent] [tab]Terluka sosial. Entah di usia muda atau di kemudian hari, mereka mengalami shock emosional atau penolakan. [/tab] [tab]Mengisolasi diri untuk menghindari rasa sakit yang lebih lanjut (trauma). [/tab] [tab]Tidak peduli bagaimana mereka mengalihkan perhatian mereka sendiri, mereka seperti tejebak di dalam lubang. [/tab] [tab]Bahwa kesepian membuat mereka merasa tertekan dan bahkan melahirkan ketakutan berlebih. (Untuk alasan biologis, kesepian = bahaya)[/tab] [tab]Pergi ke tempat-tempat yang tidak ingin diketahui orang lain untuk menyembunyikan sesuatu, atau lebih karena ketakutan terhadap penolakan yang telah berkembang menjadi dimensi baru.[/tab] [/tabcontent] [/tabs]

Salah satu “kunci” pengikat kesepian adalah membuat korbannya berpikir bahwa ia dalam bahaya dan perlu untuk bersembunyi dari orang lain. Ini membuat mereka berpikir bahwa penolakan dan sakit hati dalam berinteraksi bisa diminimalisir melalui panggilan telepon atau percakapan jarak jauh, celakanya kadang ini jutsru semakin membuat merasa kesepian.

Berurusan dengan kesepian adalah salah satu momen dalam hidup di mana kita TIDAK harus percaya pada emosi kita.

Ketika merasa kesepian, itu adalah waktu yang tepat untuk pergi berhubungan kembali dengan orang lain di dunia nyata, bahkan jika kita tidak merasa seperti itu sekalipun.

Memahami Sisi Sehat Kesepian

Apakah Sobat pernah mempertimbangkan pertanyaan ini :

*[quote type=”center”] *Mengapa emosi kesepian itu ada ? [/quote]

Kita adalah spesies sosial dan membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Ada dalam sifat biologis kita. Emosi kita dan tubuh dapat mengetahui bahwa kita tidak memiliki hubungan sosial (Joe Wilner). Misalnya, tubuh kita memiliki sinyal untuk menunjukkan kalau kita membutuhkan makanan. Itu sinyal sinyal rasa lapar.

Sama seperti sinyal lapar yang membutuhkan makanan, kesepian adalah sinyal biologis yang menunjukan bahwa kita membutuhkan orang lain.

Kadang saya berpikir kalau sebagian dari kita sering salah menafsirkan kesepian sebagai tanda bahwa kita bukan manusia yang layak, setidaknya itu yang pernah saya alami. Itu kesalahan besar yang sering terjadi pada orang-orang yang merasa terluka ketika mereka berproses tumbuh dewasa.

Jika kita semua bisa seperti : “Saya* merasa kesepian hari ini, dan berarti ini saatnya untuk menghubungi orang-orang yang saya kenal atau melihat siapa yang sedang ingin hang out…*“, sepertinya kita akan menjadi orang-orang yang selalu bahagia secara bilogis dan kesepian bisa menjadi pengecualian.

Sayangnya, hal ini jarang sekali terjadi.

Mengambil Langkah untuk Kebahagiaan Sosial

Seperti yang pernah dikatakan oleh Dr John Cacioppo (yang menghabiskan 15 tahun lebih untuk belajar kesepian) ; “bukan jumlah teman yang dapat menghilangkan kesepian, tetapi kualitas teman-teman kita”. Hemhhh… Seperti yang bisa kita lihat, ini “quality factor“. Hal yang sederhana: hubungan emosional.

Kita membutuhkan orang yang bisa mengerti bagaimana perasaan kita dan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan. Ini bisa jadi anggota keluarga kita, teman lama, atau teman-teman saat ini yang memahami kita.

Ketika merasa kesepian, kita harus menyadari untuk TIDAK mengalihkan perhatian dengan TV, bermain game atau apapun yang memungkinkan kita semakin mengisolasi diri. Cobalah lakukan yang sebaliknya, menghubungi teman, dan diskusikan bersama untuk melakukan sesuatu.

Ambil Langkah Lebih Lanjut : Katakan yang Sebenarnya !

Sepertinya kita (khususnya saya) harus lebih banyak belajar pelajaran yang sangat memungkinakan mengubah hidup, yaitu: Saya harus menjadi semakin jujur dengan diri sendiri dan orang lain.

Kadang kita sering berpikir bahwa “saya jujur”, padahal setiap orang dapat berbuat lebih baik daripada itu. Kita tidak sedang berbicara tentang kebenaran di pengadilan. Kita berbicara tentang kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi lebih jujur meningkatkan hubungan kita dengan semua orang, termasuk orang yang dalam satu pekerjaan, pasangan hidup, saudara, atau bahkan orang-orang yang baru ditemui. Faktanya memang dengan bersikap jujur membuat pertambahan teman lebih cepat.

Jika kita dapat berpegang pada fakta bahwa “kita tidak sempurna sama sekali” dan menunjukan ini dengan sebuah sikap ketika berada di sekitar orang lain, orang akan suka berada di sekitar kita. Mereka akan berhubungan dengan kita. Mereka akan menghargai dan menghormati kita dengan memberikan penerimaan diri.

Sobat, postingan ini bisa ada benarnya ataupun banyak salahnya, tapi saya berharap ketika sobat-sobat mengalami serangan kesepian, informasi ini dapat membantu. Semoga bermanfaat !.

Sumber gambar : erica.biz