![creative commons](https://blog.rosid.net/content/images/2012/10/creative-commons.gif "creative commons")
“Copy Me | Remix Me” Sebuah CD album yang dirilis Creative Commons berisi lagu-lagu yang tersedia untuk di-download langsung dengan fitur metadata tertanam di filenya. (sumber : http://creativecommons.org/extras/copyremix)
Entah benar atau tidak, katanya hampir rata-rata blogger pernah melakukan *copy – paste*. Baik itu *copy – paste* sebagian, sepenuhnya, maupun alih bahasa.

Kalaupun kabar tersebut tidak benar, jujur saya sendiri mengakui pernah melakukan copy-paste sepenuhnya. Sisa-sisa peninggalannya bisa jadi masih tersangkut di blog ini. Ya bisa dibilang pada masa-masa pra-pencerahan. Masa-masa dimana tidak tahu bahwa aktivitas online yang saya lakukan berada di media blog, yang kemudian ternyata disebut blogging, atau ngeblog.

Waktu berjalan, blog pun tidak hanya menjadi media untuk menumpahkan apa yang hadir di pikiran (kadang juga perasaan). Blog mengantarkan saya untuk sedikit mengenal masalah lisensi, salah satunya Creative Commons.

Meskipun masih banyak yang belum saya fahami tentang *Creative Commons, *di kesempatan ini saya coba untuk mengulas Creative Commons dengan harapan bisa bermanfaat untuk orang lain umumnya, dan mengingatkan saya khususnya.

Seperti yang kita ketahui, Creative Commons (CC) memungkinkan kita untuk melisensi tulisan, foto, atau video kita sendiri, atau apapun yang dibuat secara gratis. Ini memberitahu orang-orang bahwa konten kita tersedia untuk disalin, dirubah dan dikombinasi dengan konten mereka, bahkan didistribusikan kembali.

Kita harus memahami bahwa jenis lisensi CC dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan penulis. Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin berbeda dari kasus ke kasus:

[tabs slidertype=”left tabs” auto=”yes”] [tabcontainer] [tabtext]Atribusi[/tabtext] [tabtext]Derivasi[/tabtext] [tabtext]Komersial atau Non-Komersial[/tabtext] [tabtext]Bagikan Sama[/tabtext] [/tabcontainer] [tabcontent] [tab]Penulis dapat menentukan bahwa karyanya dapat disalin jika kredit harus diberikan kepada penulis seperti menghubungkan ke artikel asli.[/tab] [tab]Penulis dapat menentukan apakah tulisannya dapat dimodifikasi atau tidak.[/tab] [tab]Penulis dapat mengizinkan karya mereka digunakan untuk tujuan non-komersial saja atau untuk komersial dan non-komersial.[/tab] [tab]Lisensi yang sama harus digunakan jika karya tersebut direproduksi oleh pihak ke-3.[/tab] [/tabcontent] [/tabs]

Anda dapat mengunjungi situs resmi Creative Commons untuk memahami semua rincian dari lisensi CC yang berbeda.

Sebagian orang berpikir bahwa Creative Commons menentang hak cipta. Padahal sebetulnya CC memungkinkan Anda untuk menjaga hak cipta dan memungkinkan orang lain untuk menyalin dan mendistribusikan karya Anda jika mereka mengikuti kondisi yang Anda tentukan. Lisensi CC menciptakan situasi win-win-win Solustion : Anda menang, orang yang menggunakan karya Anda menang, dan masyarakat umum juga menang. Ini sangat meminimalisir perselisihan.

Titik dimana Anda harus berhati-hati menyangkut lisensi CC adalah mengenai teks, seperti posting blog. Lisensi konten Anda di bawah CC akan memungkinkan orang untuk mempublikasikan ulang konten tulisan Anda. Banyak orang yang menilai ini bisa menciptakan beberapa masalah dengan Google, karena bisa dianggap duplikat konten. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat menegaskan supaya orang menghubungkan kembali ke sumber aslinya ketika melakukan re-publish di blog lain.

Lisensi Gambar di bawah CC

Kebanyakan dari kita menggunakan pencarian Google atau Flickr dalam mencari gambar untuk blog sendiri. Padahal tidak setiap gambar di situs yang disebutkan di atas adalah bebas untuk digunakan.

Beberapa gambar Flickr (dan hasil pencarian di Google) adalah “All rights reserved“, sehingga Anda tidak bisa hanya menyalin dan menggunakannya. Beberapa dilisensikan dengan lisensi Creative Commons.

Salah satu pilihan yang Anda miliki adalah secara khusus mencari gambar berlisensi CC. Anda dapat melakukannya di Google dengan menggunakan Google Image Search Lanjutan untuk menemukan gambar yang cocok. Anda juga dapat menggunakan fitur “Advanced Search” di Flickr yang secara khusus mencari gambar CC.

Ketika orang mengunggah gambar* *dan melakukannya secara massal cenderung tidak menyisihkan waktu untuk memberi nama, judul, dan tag di setiap gambarnya. Ini menjadi masalah ketika ada orang lain yang membagikan foto tersebut dan melakukan beberapa teknik optimasi gambar. Ia akan mengungguli gambar pada sumbernya. Jadi, jika Anda mengunggah foto secara masal jangan lupa sishkan waktu untuk memberinya nama, judul, dan tag.

CC pada Video YouTube

Sekarang YouTube memungkinkan Anda untuk meng*-upload* video dibawah lisensi Creative Commons. Anda juga dapat menggunakan remix video yang berlisensi CC untuk meracik video Anda jadi lebih menarik dengan Editor Video YouTube untuk memotong, menggabungkan,  memutar klip dan banyak lagi.

Sama seperti untuk blog, video Anda di bawah lisensi CC juga akan meningkatkan link ke video YouTube Anda, memberi kesempatan untuk lebih banyak dilihat.


Bagaimana dengan Anda. Apakah Anda menggunakan Creative Commons untuk karya Anda ?. Bagikan pengalaman Anda agar kami dapat terinspirasi untuk berkarya dengan lebih kreatif.