Sedih itu…

Saat kamu merasa sedang bahagia atau bahkan mungkin punya persoalan yang membutuhkan masukan solusi, tapi tidak ada satupun tempat yang kamu rasa bisa diajak berbagi apa yang sedang kamu hadapi.

Sedih itu…

Saat kamu merasa lapar tanpa ada sepotongpun makanan, tapi tidak ada yang mau berbagi sedikitpun dengan kamu, terlepas dari kamu memintanya secara langsung maupun tidak.

Sedih itu…

Saat tidak ada selembarpun uang di sakumu, tapi tidak ada yang mau berbagi pinjaman ataupun pekerjaan yang bisa membuat sakumu kembali terisi dengan lembar-lembar uang yang paling tidak cukup untuk membeli sebungkus nasi.

Sedih itu…

Saat kamu punya satu acara yang berharap orang-orang yang kamu undang akan menghadirinya, namun ternyata tidak ada satupun yang datang untuk menghadiri acaramu.

Sedih itu…

Saat kamu tersesat, tidak ada satupun yang membantumu menunjukan arah yang benar agar kamu keluar dari ketersesatan.

Sedih itu…

Saat kamu terpeleset kedalam jurang kehidupan, tapi tidak ada satupun yang menjulurkan tangan dan pertolongan untuk menyelamatkanmu yang detik demi detiknya merintih semakin tidak berdaya.

Sedih itu…

Saat kamu tersengat panasnya terik matahari atau basah kuyup karena kehujanan di siang dan malam dalam keterluntaan, tapi tidak ada satu orangpun yang mengajakmu untuk berteduh dan menghangatkan tubuh.

Sedih itu…

Saat kamu sakit, dan tidak ada yang menjengukmu atau bahkan mempedulikan sakit yang sedang kamu rasakan. Walaupun mungkin jengukan orangorang yang kamu harapkan kehadirannya tidak lebih sebagai penyemangat bahwa kamu tidak sendiri.

Sedih itu…

Saat kamu meninggal, tidak ada satupun yang mengurusi jenazahmu, tidak ada yang melayatmu, dan tidak ada yang menyolatkanmu.

Sedih itu…

Saat hidup tanpa hadirnya seorang sahabat.

Sahabat yang tangan, hati, telinga, dan pikirannya selalu tersedia ruang untukmu berbagi semua hal yang kamu rasakan, entah itu kebahagiaan ataupun kesedihan.

Sahabat yang tidak akan pernah mebiarkan perutumu dalam keadaan lapar.

Sahabat yang tidak memberikan perhitungan nominal karena nilainya tidak mungkin lebih besar dari nilai persahabatan.

Sahabat yang selalu hadir dan bahkan menjadi bagian penggerak dari acara-acaramu.

Sahabat yang selalu meningatkanmu disaat kamu melangkahkan kaki ke arah yang keliru, dan mengulurkan tangannya disaat kamu terperosok kedalam jurang kehidupan.

Sahabat yang tidak akan membiarkanmu hidup terlunta-lunta.

Sahabat yang bersedia menjagamu, merawatmu, dan memapahamu disaat ragamu tak berdaya untuk melakukan apapun, kecuali hanya kelopak matamu yang meneteskan linangan air mata seraya menatap betapa tulusnya sahabatmu.

Sahabat yang akan memandikan jenazahamu, menyolatkanmu, menguburkanmu secara layak, dan mendoakanmu dengan penuh ketulusan dan linangan air mata penuh harap semoga Allah mengampuni segala kesalahanmu dan menerima segala amal baikmu.

Tidak ada kebahagiaan tanpa persahabatan…

[box type=”bio”] Untuk sahabat-sahabatku dimanapun berada, yang semoga selalu dalam hidayah Allah SWT. Mohon maaf Aku yang mungkin sudah terlalu lama tidak menemui, semoga coretan hatiku ini Allah sentuhkan ke hati kalian yang menjalinkan doa diantara kita tidak akan terputus. Barakallahu fiikum… 🙂[/box]

persahabatan

sumber gambar : thejeo.blogspot.com