Untuk tulisan kali ini saya tidak tahu harus memulai dari mana, karena itulah sepertinya ungkapan ketidaktahuan ini mau tidak mau harus menjadi pembuka tulisan ini. Kesulitan dalam membuat kalimat awal setiap menulis, atau mungkin yang sering disebut intro itulah  merupakan salah satu kekurangan dari sekian banyak kekurangan saya dalam menulis.

Ngomong-ngomong soal kekurangan, siapapun diantara kita memang pasti memilikinya. Kita semuapun menyadari tentang hal tersebut, tapi sejauh mana kita bisa menerima kekurangan yang dimiliki oleh pasangan hidup kita, itulah sesuatu yang perlu kita sadari. Saya tidak ingin menggurui atau apalagagi mengajari, saya hanya ingin berbagi satu pendapat yang mengacungkan tangan dipikiran saya.

Menurut saya pribadi, mengetahui kekurangan pasangan kita itu perlu, perlu bukan berarti untuk mengurangi kasih sayang yang kita berikan. Melainkan supaya kita tahu dan sadar bahwa disana ada peran dan fungsi yang bisa kita ambil untuk menutupi kekurangan pasangan kita, sehingga bisa menjadi sesuatu yang utuh dan merekat.

“Kekurangan pada diri kita adalah kelebihan di diri orang lain, begitu juga sebaliknya. Ketika kita bisa menyatukannya mungkin itulah yang disebut kesempurnaan paling sederhana.”

Contoh sederhana untuk bisa menerima sebuah kekurangan itu seperti  sebuah permainan Puzzle. Pada bidang puzzle ada dua sisi yang berlawanan , yaitu bagian cekung (kurang) dan cembung (lebih). Sisi kurang dan lebih pada puzzle adalah satu gambaran sederhana bagaimana sisi kurang dan sisi lebih itu bisa menjadi kunci pengerat satu hubungan.

Mungkin gak kalau puzzle bisa menyatu dengan indah dan baik tanpa adanya sisi cekung dan cembung ?, mungkin bisa, yaitu dengan dilem, tapi itu sudah bukan lagi puzzle namanya. Sebuah puzzle tidak akan bisa menyatu tanpa adanya dua sisi yang berbeda yang bersifat sebagai pengunci tanpa ada perantara. Ini adalah salah satu gambaran bagaimana sebetulnya kita dan pasangan kita sebetulnya bisa menyatu dengan erat tanpa perantara, yaitu dengan menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Ketika kita bisa menerima kekurangan pasangan kita, itu artinya kita mendapatkan satu ruang khusus yang akan menjadi kesempatan buat kita untuk membuat diri kita lebih berguna, paling tidak untuk pasangan kita sendiri. Begitupun sebaliknya, ketika kita bisa menerima kelebihan pasangan kita, itu artinya kita mau membuat diri kita lebih berguna dengan menjadi ruang kesempatan bagi pasangan kita.

Saat dimana kita bisa saling melengkapi menjadi sesuatu yang utuh, bagi saya itulah saat dimana kesempurnaan yang paling sederhana tampak. Kesempurnaan yang tetap dalam koridornya manusia yang tidak akan pernah menyamai kesempurnaan Tuhan.

“ Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al-Isra, 70)”

Berhentilah menuntut lebih dari kekurangan pasangan kita, tapi cobalah dari diri kita sendiri untuk mengisi kekurangan tersebut. Kalaupun kita tidak bisa mengisisnya, serahkanlah kepada Allah supaya Allah yang mengisinya.

Sobat, tulisan yang juga sarat akan kekurangan ini memang tidak menjamin seratus persen berbanding lurus dengan kepribadian saya sendiri, tapi paling tidak mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi pengingat buat saya untuk kelak bisa menerima setiap apa yang tampak dari pasangan saya, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat buat sobat-sobat umumnya. Selamat membangun puzzle kehidupan ! 🙂

Puzzle Kehidupan