Hari puasa kelima di bulan Ramadhan kemarin ada sepenggal kisah yang menarik, yang cukup menarik ulur ketegangan Saya. Cerita bermula dari malam harinya, waktu menunjukan sekitar jam 1 dini hari, tapi mata Saya belum boleh terpejam,  pasalnya ada sedikit kerjaan yang harus Saya selesaikan di Panwaslu Kecamatan Panongan, karena laporannya ditunggu di Panwaslu Kabupaten Tangerang mengenai salah satu tahapan di Pilgub Banten.

Sekitar jam setengah Tiga pagi  kerjaan sudah kelar, mata udah lumayan sepet. Tadinya mau langsung sahur, tapi karena saya biasa sahur jam 4, atau setengah jam menjelang subuh, akhirnya saya putuskan langsung tidur saja dulu, tidak lupa alarm di handphone diaktifkan dengan nada yang paling “bikin jengkel” dan volume paling maksimal.

ZzzzzZzzzZZZZZzzzzz……. (Sayapun tertidur pulas)  :hammer

Terdengan dari luar sayup-sayu suara adzan, (kesiangan daaah….) Agak kesal juga sih, meskipun sebetulnya kesiangan tidak sahur sudah bukan lagi hal yang aneh, tergumam dipikiran “*tadi malam aja sebelum tidur sahur dulu !” *Heuheuheu… gumaman yang sangat tidak penting ya.

Usai sholat subuh niatnya mau nyambung tidur lagi, tapi entah kenapa giliran diniatkan habis subuh mau tidur lagi malah tidak bisa tidur, padahal biasanya habis subuh seringnya ketiduran lagi. Setelah itu, akhirnya saya pikir mending langsung mandi saja. Karena saya tidurnya agak larut malam, saya berpikiran akan lebih cocok kalau mandinya pakai air hangat, tidak berpikir panjang saya langsung merebus air yang banyaknya kurang lebih satu panci buat nanti dicampur sama air keran.

Selang beberapa menit airpun sudah mendidih, kemudian saya angkat dan tuangkan kedalam bak besar yang biasa saya gunakan untuk mencuci, hampir setengah bak tersebut terisi oleh air  panas yang baru matang tadi, lumayan banyak memang saya merebusnya. Kemudian saya buka keran untuk mengalirkan air dingin sebagai campuran air panas supaya menjadi hangat. Ketika saya memegangi keran tersebut (yang memang sudah sangat kendor) mata saya sambil melihat berita tvOne, yang kebetulan masih bisa terlihat dari kamar mandi. Kalau tidak salah pagi itu diberitakan tentang meletusnya gunung Kilauea di Hawai. Melihat aliran lavanya yang luar biasa banyak, sayapun tutup keran dan langsung menuju depan layar televisi untuk melihat berita letusan gunung Kilauea tersebut lebih dekat.

Ketika berita letusan gunung tersebut usai, saya  kembali ke kamar mandi, karena sudah siap mandi, langsung saja *byurrrrrr….. *saya siramkan air di bak tadi kebadan saya, *wadaaaaawwwww…. :mads *secara spontan mulut saya berteriak kepanasan. Saya lupa kalau air panas di bak tadi belum dicampur banyak dengan air dingin. Beruntung suhunya sudah agak jauh dibawah titik didih, kulit saya tidak sampai melepuh, tapi puanasnya bukan main dah.

Singkat cerita, sekitar jam 9 pagi saya dan teman berangkat ke Kebon Nanas – Kota Tangerang untuk satu keperluan rencana usaha kecil-kecilan. Kami berdua naik bis umum ukuran tiga perempat jurusan Balaraja – Kali Deres. Cuaca hari itu sangat cerah dan lumayan menyengat, suasana di dalam bispun *huhhh *benar-benar menguji kesabaran buat yang puasa. Tapi saya benar-benar kesal dan serasa ingin *nonjok *  :bata saja penumpang yang diduduk disamping saya (kebetulan saya berdiri), *apa sebabnya ?, *karena dengan santainya dia merokok tanpa ada rasa toleransi sedikitpun ditengah-tengah para penumpang yang (mungkin) sebagian besarnya sedang berpuasa.

*Awww… !!!!, *kaget keluar dari mulut saya. Api rokok orang disamping saya tadi mengenai tangan kiri saya, ternyata orang tersebut ngantuk alias *nundutan. Beuuuuhhhh…. *makin bikin gondok hati, alhamdulillah saya masih bisa istigfar buat *ngendaliin *emosi. Yaaa… sebetulnya saya juga tidak berani marah sama si perokok tadi, orang badannya tinggi besar, bisa rontok badan saya kalau dihantam sama dia. Heheheheee….  :ngakaks

Singkat cerita lagi nih ya sobat,

Sekitar jam 5 sore, balik arah menuju pulang ketempat semula. Tidak lama kemudian adzan tanda maghrib dan waktu berbuka telah tiba, tapi kami masih didalam bis yang melaju sekencang-kencangnya diatas jalan tol. Jam 6 lebih kamipun sudah sampai di sekitar Perumahan Citra Raya  – Tangerang, bergegas kami berdua menuju angkringan *“sego kucing”, *tempat biasa saya berbuka karena tiga alasan ; harga bersahabat, rasanya nikmat, porsinya tepat. Sayapun langsung minta satu minuman penyegar, Wedang Jahe. Kali ini kejadian “hot” menimpa teman saya, saking gak sabarnya berbuka tuh Wedang Jahe yang masih panas langsung dihembat. Sontak saja lidahnya “menari-nari” seperti belut dikasih garam, padahal disitu sudah disediakan air putih untuk sekedar membatalkan, dan biasanya untuk menunggu Wedang Jahenya “turun suhu” bisa sambil menikmati Tempe Mendoan yang masih hangat.

Usai berbuka, kamipun lekas menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat maghrib, yang mudah-mudahan bisa menjadi penyempurna ibadah puasa kami di hari kelima.

Pengalam hari itu benar-benar kejadian yang menjadi rangkaian “cerita hot”, sempat diliputi rasa kesal dan penuh emosi ketika melaluinya. Tapi ternyata tidak butuh waktu terlalu lama sobat, usai sholat maghrib saja ketika saya mem-*flashback *kembali peristiwa satu hari tersebut, saya malah banyak pengen ketawa sendiri, dan pada kesimpulannya sayapun lebih menganggap itu adalah cara lain Allah untuk membuat umatnya tersenyum, tersenyum manakala kita mampu melalui ujian tersebut, dan akan lebih tersenyum lagi jika seandainya mungkin bisa mengambil hikmahnya. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh pepatah ;

“Masalah itu ada kalau kita menganggap apa yang sedang kita hadapi itu adalah masalah”

Semoga ibadah puasa kita bisa jadi momentum bagi kita untuk lebih mendewasakan pribadi kita dalam mengendalikan emosi. Amin…

:shakehand2