Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa film super hero selalu begitu populer ?

Skenario pesona seorang pahlawan yang datang untuk menyelamatkan situasi atau hari adalah sebuah pola mitologi yang terus diulang dalam wadah skuel seperti tanpa batas. Padahal ada ada sesuatu yang sudah kita yakini dengan pasti, yaitu tidak peduli seberapa suram situasinya, endingnya sang pahlawan akan selalu menang.

Masalahnya, dalam kehidupan kita sehari hari, kita adalah salah satu yang bertanggung jawab untuk mewujudkan hasil. Tidak ada Superman yang datang untuk menyelamatkan kita dari situasi yang tidak diingkan.

Sayangnya, cukup banyak orang yang terjebak dalam keadaan (pikiran) menunggu seorang pahlawan untuk menyelamatkan mereka.

Meski sudah mulai beranjak bangun, mereka duduk kembali dan berharap bahwa seseorang atau sesuatu akan datang dan membuat segalanya menjadi lebih baik . Lupa, kalau kita harus menyentuh kehidupan oleh tangan kita sendiri, lalu melakukan apa yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Jadi apa yang ditunggu ?

Apakah menunggu waktu yang tepat ? Apakah menunggu situasi yang tepat ?

Cobalah sejenak pikirkan situasi tertentu yang tidak bekerja untuk kita.

Apakah Anda menunggu orang lain untuk berubah ? Siapa yang akan Anda salahkan untuk masalah yang Anda hadapi ?

Kadang-kadang kita mengharapkan orang lain untuk berubah terlebih dahulu. Kita berharap dan menunggu orang-orang dalam hidup kita untuk memperlakukan kita berbeda atau memberi kita kesempatan ekstra. Seolah kita percaya bahwa jika mereka dalam situasi yang berbeda dan lebih baik. Lupa, jika setiap orang punya urusan dalam hidupnya ? atau merasa kecewa ketika mereka tak kunjung mengerti seperti yang kita harapkan ?

Satu-satunya orang yang memiliki kendali atas diri kita adalah kita sendiri. Jadi apa yang ditunggu ?

Seberapa sering Anda mendengar seseorang berkata mereka akan melakukan sesuatu tetapi sedang menunggu waktu yang tepat ? sementara yang berhak menempatkan diri kita ke situasi yang tepat hanyalah yang Maha Kuasa. Sebuah waktu dirasa tepat oleh kita kadang hanya saat kita mengganggapnya menyenangkan. Lagi-lagi kita lupa bahwa “baik menurut kita belum tentu menurut yang Maha Kuasa, begitu juga sebaliknya”.

Mungkin Anda berharap yang Maha Penguasa Waktu segera membawa Anda ke waktu yang tepat. Berharap dibawa ke waktu yang tepat dengan banyak membuang waktu ? waktu itu melibas, tidak menunggu !

Tidak ada yang salah dengan persiapan dan perencanaan, yang salah adalah ketika kita tidak mengambil tindakan, bahkan ketika peluang muncul. Terus membuat alasan mengapa waktunya tidak tepat, padahal keadaan jarang sesuai sepenuhnya dengan keinginan. Jadi apa yang ditunggu ?

Alasan apa yang Anda katakan kepada diri sendiri tentang mengapa Anda belum siap ? Mungkin Anda belum cukup ilmu atau tidak memiliki cukup pengalaman.

Tidak peduli apa tingkatan Anda, dengan perkembangan Anda selalu ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk tumbuh dan berkembang. Lakukan saja apa yang bisa Anda lakukan untuk sampai ke titik yang Anda tuju. Anda bisa belajar dari kiasan bahwa “kualitas motor itu tidak diukur saat diam, tapi saat berjalan”. Sambil berjalan perbaiki setiap kesalahan. Apalagi yang ditunggu ?

Apakah ada hal yang tidak Anda sukai dan membuat Anda terjebak di masa kini dan masa lalu ?

Tidak sedikit memang dari kita yang membiarkan kesalahan atau kegagalan dari masa lalu membuatnya terjebak di masa kini. Kadang perlu untuk tidak peduli dengan apa yang terjadi di masa lalu agar tidak membiarkannya mendefinisikan kita. Masa lalu tidak bisa diubah, semua yang kita miliki ada di saat ini, jadi apa yang ditunggu ?

Saya sering bingung mau menulis dengan kalimat apa ketika mempunyai ide tema tulisan, tapi itu tidak jadi masalah ketika saya memutuskan untuk segera menulis. Saat menulis itulah, diluar dugaan banyak ide, motivasi, feel, dan rangkaian kalimat yang seolah tidak ingin menjadi bagian dari paragraf akhir.

Itu bisa menjadi gambaran, bahwa jika kita hanya melakukan hal-hal ketika kita punya hasrat, kita tidak akan membuat banyak kemajuan .

Sulit untuk mempertahankan kualitas hasrat untuk selalu sama saat melakukan hal-hal yang berbeda. Apalagai jika kita selalu dihadapkan punya banyak pilihan tentang apa yang akan dilakukan . Bisa jadi pilihan yang diambil malah tidak melakukan apapun. Yang perlu kita lakukan adalah memulainya, bukan tidak mungkin setelah dimulai hasratnya malah meledak. Jadi, tunggu apa lagi ?

Masalah tidak akan hilang begitu saja. Putuskan hari ini untuk menjadi pahlawan atas situasi diri sendiri.

The best way out is always through.

– Robert Frost