Tidak melulu soal cantik dan dipandang menarik yang diinginkan oleh seorang pria dari wanita yang menjadi pasangannya. Terlebih lagi wanita itu sudah sangat dicintainya.

Kali ini kita akan membahas beberapa sisi lain keinginan pria yang harus  diketahui oleh seorang wanita yang menjadi pasangannya, dan kadang hal-hal berikut ini sepertinya jarang terpikirkan atau dipahami.

Menjaga semangat kami jauh lebih penting dari menyemangati

Hampir sebagian besar waktu kami dihabiskan dipekerjaan. Mungkin banyak sebagian besar dari Anda yang mengucapkan “semangat ya sayang” kepada suami atau pacarnya ketika akan bekerja. Tapi ketahuilah, saat ini tampaknya kami harus jujur ; bahwa ada yang membuat kami lebih bersemangat selain ucapan penyemangat.

Apa itu ?

Yaitu kesetiaan Anda dalam menjaga hati anda dan perasaan kami. Inilah yang kami maksud “1 sikap penjagaan lebih memberikan energi dibanding 1000 ucapan penyemangat”.

Kami pria, yang mau tidak mau setiap langkah kami harus penuh semangat, karena itu adalah kewajiban. Tapi celakanya semangat kami bisa runtuh seketika ketika sikap Anda mencederai perasaan kami. *So, *pintar-pintarlah menjaga perasaan kami agar kami tetap bersemangat dan bekerja dengan fokus.

Kami tidak sedang menuntut Anda, tapi Anda akan merasakan sendiri timbal baliknya ketika hari-hari kami selalu dipenuhi semangat, dan itu berkat kepandaian Anda menjaga hati anda dan perasaan kami.

Beri kami kesempatan menjadi imam yang baik

Kami tidak menuntut untuk dihargai dan dipatuhi, tapi aturan yang kita yakiniliah yang mengharuskan demikian. Jangankan menjadi imam yang baik, sekedar jadi imam saja rasanya tidak mungkin kalau tidak ada makmum. Maka dari itu, berilah kami kesempatan untuk menjadi imam yang baik.

Layaknya imam dan makmum, maka sudilah kiranya menerima nasehat yang kami sampaikan dan mengingatkan kami disaat dalam kelalaian.

Aturan mengharuskan kami menjadi nahkoda kapal kehidupan. Disitulah kami diberi kesempatan untuk menjadi sebaik-baiknya imam, yaitu membuat Anda sama-sama menjadi lebih baik bersama kami. Kalau kita gagal, lantas apa gunanya kami ?.

Terima kami apa adanya, tapi jangan biarkan tetap apa adanya

Sadar akan kekurangan diri, indah rasanya ketika kami bisa diterima apa adanya untuk menjadi pasangan hidup Anda. Tapi, apa adanya belumlah tentu dalam kondisi yang terbaik, karena istilah “apa adanya” adalah sekedar kata penghalus dari “kekurangan”. Dari situ kami tidak ingin terus-terusan menjadi manusia yang apa adanya.

Jadi, bantulah kami untuk menjadi manusia-manusia yang lebih baik agar kelak akan terlahir regenerasi yang lebih baik.

Betul memang, seharusnya kami sebagai imam yang membuat semuanya lebih baik. Tapi bukankah satu tulang rusuk kami adalah Anda ?. Ya, sempurnanya langkah kami adalah ketika melangkah bersama Anda.

Jadilah wanita yang berusaha untuk cerdas

Pahami kalimatnya, kami bukan menginginan wanita yang cerdas, karena kami juga belum tentu cerdas. Maka dari itu kami mengingkan seorang pasangan yang mau berusaha untuk sama-sama menjadi cerdas.

Cerdasnya Anda bukan hanya buat kami, tapi buat anak-anak kita yang sudah seharusnya mendapatkan bimbingan yang cerdas dan mencerdaskan. Karena lebih dari separuh waktu anak-anak akan dihabiskan bersama dengan Anda. Dan itu adalah tugas mulia Anda yang sulit untuk kami ambil alih.

Kecerdasan  Anda juga akan mempengaruhi bagaimana sebuah tradisi akan terbangun di dalam keluarga. Bagaimana cara mendidik dan membesarkan anak, bagaimana cara memenej keuangan (dirumah, Anda-lah direktur keuangannya), dan bagiamana mempengaruhi cara pandang orang lain terhadap kita.

Cerdas berbeda dengan pintar, oleh karena itu kami lebih suka menjadi cerdas dibanding pintar, karena setidaknya cerdas jaraknya lebih dekat (dibanding pintar) ke jujur.

Jangan anggap ini sebagai sebuah tekanan, tapi lihatlah sebagai kesempatan yang memberi peluang kepada Anda untuk menjadi *“My mom, my hero” *bagi anak-anak, dan menjadi bidadari dihadapan-Nya kelak.

Pandai-pandailah merawat diri

Cantik itu mungkin relatif, tapi selera kami adalah mutlak. *So, *Anda boleh suka atau tidak, nyatanya demikian.

Kami memang tidak punya nilai angka untuk mengkadar cantik atau tidaknya, tapi kadang kami punya penilaian tersendiri Anda cantik atau tidakknya secara fisik. Maka dari itu, rajin-rajinlah merawat diri.

Perawatan diri tidak mesti mahal, dan tidak hanya untuk diri Anda. Kemampuan Anda merawat diri sendiri (bukan oleh orang lain) adalah salah satu gambaran kalau anak-anak juga akan terawat. Meskipun sebetulnya tidak ada jaminan demikian ketika ibunya malah terlalu asyik merawat diri sendiri.

Rawatlah diri Anda dengan cara yang sederhana tapi hasilnya bisa tampak luar biasa. Modalnya itu tadi, kecerdasan.

Sisi lain yang tidak kalah penting dari kemampuan Anda merawat diri (seharusnya) adalah ; tidak mebiarkan kami menjadi suami yang tidak terawat.

Tolong, bedakan antara khawatir dan curiga

Budaya hedonis melahirkan pola pikir liberal yang kadang seperti mengharuskan kami tidak boleh melarang kemana suka Anda pergi.

Terus terang, tidak sedikit dari kami yang tidak suka dengan ini. Apapun alasannya, termasuk mungkin karena kemampuan Anda dalam mencari uang sendiri.

Kalau Anda menyadari bahwa kami mencintai Anda, pastinya Anda akan tahu betapa khawatirnya kami ketika Anda pergi, apalagi ketika melampaui batas jam normal. Itu baru sebatas “cinta”, belum karena Anda menyadari bahwa kami adalah imam Anda.

Khawatirnya kami mungkin tidak jauh berbeda ketika Anda mengkhawatirkan kami. Nah, kalau Anda tahu itu, wajar tentunya kami merasa khawatir. Kalau menurut Anda  tidak wajar, berarti inilah saatnya kami mempertanyakan cinta Anda, karena sepertinya  Anda tidak pernah mengkhawatirkan kami.
Sampai disini rasanya dicukupkan dulu. Tidak perlu ditanya referensi darimana.   :hammer

Kalau ada yang mau menambahkan, dengan senang hati kita diskusikan di sini. Mudah-mudahan ini bisa mewakili unek-unek para kaum pria. Kalaupun tidak, insya Allah mewakili penulisnya.   :2jari:

Yang terpenting adalah mudah-mudahan menjadi salah satu jalan supaya kita bisa semakin saling memahami.

Sumber fetaured image : amazonaws.com